Dan terhadap nikmat Tuhanmu, maka hendaklah kamu menyebut-nyebutnya (dengan bersyukur). Perintah ketiga sebagai konsekuensi dari semua nikmat (ayat 6-8), yaitu bersyukur dan menampakkan nikmat tersebut.
Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa "Wa ammaa bini'mati Rabbika fahaddits" adalah perintah untuk **menyebut-nyebut nikmat** Allah, yang mencakup bersyukur, memuji Allah, dan menampakkan nikmat tersebut tanpa pamer (tahadduts bin ni'mah). Ath-Thabari menerangkan bahwa ini adalah perintah untuk bersyukur secara lisan dan perbuatan. Al-Qurthubi menambahkan bahwa ini juga mencakup perintah untuk **menyampaikan risalah** dan ajaran yang telah diwahyukan (sebagai nikmat terbesar). Al-Alusi menguraikan bahwa menampakkan nikmat adalah bagian dari syukur yang menolak kekufuran. Sayyid Quthb menekankan bahwa pengakuan nikmat adalah puncak dari hubungan hamba dengan Tuhannya.