Sekali-kali tidak! Bahkan kamu tidak memuliakan anak yatim. Bantahan keras terhadap pandangan materialistis dan penegasan bahwa kegagalan mereka adalah karena kezaliman sosial.
Imam Ath-Thabari menjelaskan bahwa "Kallā bal lā tukrimūnal yatīm" adalah **bantahan keras** (*Kallā*), yang menyatakan bahwa masalah sebenarnya bukan ujian Allah, melainkan karena mereka **tidak memuliakan anak yatim**. Ibnu Katsir menerangkan bahwa mereka gagal dalam kewajiban sosial. Al-Qurthubi menambahkan bahwa memuliakan anak yatim adalah amal yang sangat ditekankan Islam. Al-Baidhawi menguraikan bahwa kegagalan sosial ini adalah akar dari pandangan materialistis yang egois. Al-Alusi menekankan bahwa kemuliaan sejati adalah memberi kepada yang membutuhkan. Hamka dalam Tafsir Al-Azhar menafsirkan *Kallā* sebagai penolakan total terhadap salah tafsir ujian.