IrabQuran.com

ID
Thumbnail Surat Al-Fajr Ayat 17

Belajar I'rab Al-Qur'an Surat Al-Fajr Ayat 17

17 Surah Al-Fajr Ayat 17 ⬇️
كَلَّا بَلْ لَّا تُكْرِمُوْنَ الْيَتِيْمَۙ
📘 Cara Baca:
kallā bal lā tukrimụnal-yatīm
Arti Terjemahan Indonesia:
Sekali-kali tidak! Bahkan kamu tidak memuliakan anak yatim,
Klik atau sorot box/kotak di bawah ini untuk mengetahui i'rab al-qur'an per kata
📝 Analisis I'rab Per Kata (Infleksi):
كلا
Sekali-kali tidak!
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata: N/A
Kedudukan: Ḥarf Rad'in wa Taukīd
I'rab & Tanda: Mabni atas Sukun
Penjelasan: Huruf pencegah dan penegas.
Akar Kata: ك ل ل ا
بل
bahkan
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata: N/A
Kedudukan: Ḥarf Iḍrāb
I'rab & Tanda: Mabni atas Sukun
Penjelasan: Huruf beralih dari ucapan sebelumnya.
Akar Kata: ب ل ل
لا
tidak
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata: N/A
Kedudukan: Ḥarf Nafy
I'rab & Tanda: Mabni atas Sukun
Penjelasan: Huruf Nafy.
Akar Kata: ل ا
تكرمون
kamu memuliakan
Fi'il
Kategori: Fi'il
Bentuk Kata: Muḍāri'
Kedudukan: Fi'il Muḍāri'
I'rab & Tanda: Marfu' dengan Nūn
Penjelasan: Wāwu (و) Fā'il.
Akar Kata: ك ر م
اليتيم
anak yatim
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Mufrad, Ma'rifat
Kedudukan: Maf'ūl Bih
I'rab & Tanda: Manshub dengan Fathah
Penjelasan: Objek dari تُكْرِمُونَ.
Akar Kata: ي ت م
✨ Analisis Balaghah (Retorika) :
Ma'ani - Radʻun wa Zajar
Kata **كَلَّا (Kallā/Sekali-kali tidak!)** adalah *Radʻun wa Zajar* (penolakan tegas dan hardikan) terhadap pandangan salah di Ayat 15-16. Kemudian dilanjutkan dengan mengecam dosa sosial: **لَا تُكْرِمُونَ الْيَتِيمَ (lā tukrimūnal-yatīm/tidak memuliakan anak yatim).**
📘
Tafsir Mu'tabar
Powered by Islamic Sources
Ringkasan Tafsir:

Sekali-kali tidak! Bahkan kamu tidak memuliakan anak yatim. Bantahan keras terhadap pandangan materialistis dan penegasan bahwa kegagalan mereka adalah karena kezaliman sosial.

Penjelasan Detail:

Imam Ath-Thabari menjelaskan bahwa "Kallā bal lā tukrimūnal yatīm" adalah **bantahan keras** (*Kallā*), yang menyatakan bahwa masalah sebenarnya bukan ujian Allah, melainkan karena mereka **tidak memuliakan anak yatim**. Ibnu Katsir menerangkan bahwa mereka gagal dalam kewajiban sosial. Al-Qurthubi menambahkan bahwa memuliakan anak yatim adalah amal yang sangat ditekankan Islam. Al-Baidhawi menguraikan bahwa kegagalan sosial ini adalah akar dari pandangan materialistis yang egois. Al-Alusi menekankan bahwa kemuliaan sejati adalah memberi kepada yang membutuhkan. Hamka dalam Tafsir Al-Azhar menafsirkan *Kallā* sebagai penolakan total terhadap salah tafsir ujian.