IrabQuran.com

ID
Thumbnail Surat Al-Gasyiyah Ayat 11

Belajar I'rab Al-Qur'an Surat Al-Gasyiyah Ayat 11

11 Surah Al-Gasyiyah Ayat 11 ⬇️
لَّا تَسْمَعُ فِيْهَا لَاغِيَةً ۗ
📘 Cara Baca:
lā tasma'u fīhā lāgiyah
Arti Terjemahan Indonesia:
di sana (kamu) tidak mendengar perkataan yang tidak berguna.
Klik atau sorot box/kotak di bawah ini untuk mengetahui i'rab al-qur'an per kata
📝 Analisis I'rab Per Kata (Infleksi):
لا
Tidak
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata: N/A
Kedudukan: Ḥarf Nafy
I'rab & Tanda: Mabni atas Sukun
Penjelasan: Huruf Nafy.
Akar Kata: ل ا
تسمع
mereka mendengar
Fi'il
Kategori: Fi'il
Bentuk Kata: Muḍāri'
Kedudukan: Fi'il Muḍāri'
I'rab & Tanda: Marfu' dengan Dhommah
Penjelasan: Fa'ilnya Dhomir Mustatir (هي/وجوه).
Akar Kata: س م ع
فيها
di dalamnya
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata: N/A
Kedudukan: Jār Majrūr
I'rab & Tanda: Mabni atas Sukun
Penjelasan: Jār (فِي) dan Majrūr (هَا).
Akar Kata: ف ي ي - ه ا
لاغية
perkataan yang tidak berguna
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Isim Fā'il
Kedudukan: Maf'ūl Bih
I'rab & Tanda: Manshub dengan Fathah
Penjelasan: Objek dari تَسْمَعُ.
Akar Kata: ل غ و
✨ Analisis Balaghah (Retorika) :
Ma'ani - Nafyu
Pernyataan **لَّا تَسْمَعُ فِيهَا لَاغِيَةً (Lā tasmaʻu fīhā lāghiyah/Tidak mendengar perkataan tidak berguna)** adalah *Nafyu* (penolakan) yang menggambarkan kesempurnaan dan kedamaian Surga, bebas dari segala hal buruk.
📘
Tafsir Mu'tabar
Powered by Islamic Sources
Ringkasan Tafsir:

Di sana mereka tidak mendengar perkataan yang sia-sia. Deskripsi tentang kesempurnaan dan kesucian Surga dari perkataan buruk.

Penjelasan Detail:

Imam Ath-Thabari menjelaskan bahwa "Lā tasma’u fīhā lāghiyah" berarti di Surga, orang-orang beriman **tidak akan mendengar perkataan yang sia-sia** (*lāghiyah*) atau dosa. Ibnu Katsir menerangkan bahwa Surga terbebas dari segala ucapan yang tidak bermanfaat atau buruk. Al-Qurthubi menambahkan bahwa ini adalah kenikmatan pendengaran yang sempurna. Al-Baidhawi menguraikan bahwa kesucian ucapan adalah bagian dari kesucian lingkungan Surga. Al-Alusi menekankan bahwa ini adalah kontras dengan pertengkaran dan kebohongan di dunia. Hamka dalam Tafsir Al-Azhar menafsirkan ketiadaan perkataan sia-sia adalah bukti ketenangan dan kedamaian sejati.