Di sana mereka tidak mendengar perkataan yang sia-sia. Deskripsi tentang kesempurnaan dan kesucian Surga dari perkataan buruk.
Imam Ath-Thabari menjelaskan bahwa "Lā tasma’u fīhā lāghiyah" berarti di Surga, orang-orang beriman **tidak akan mendengar perkataan yang sia-sia** (*lāghiyah*) atau dosa. Ibnu Katsir menerangkan bahwa Surga terbebas dari segala ucapan yang tidak bermanfaat atau buruk. Al-Qurthubi menambahkan bahwa ini adalah kenikmatan pendengaran yang sempurna. Al-Baidhawi menguraikan bahwa kesucian ucapan adalah bagian dari kesucian lingkungan Surga. Al-Alusi menekankan bahwa ini adalah kontras dengan pertengkaran dan kebohongan di dunia. Hamka dalam Tafsir Al-Azhar menafsirkan ketiadaan perkataan sia-sia adalah bukti ketenangan dan kedamaian sejati.