IrabQuran.com

ID
Thumbnail Surat Al-A'la Ayat 5

Belajar I'rab Al-Qur'an Surat Al-A'la Ayat 5

5 Surah Al-A'la Ayat 5 ⬇️
فَجَعَلَهٗ غُثَاۤءً اَحْوٰىۖ
📘 Cara Baca:
fa ja'alahụ guṡā`an aḥwā
Arti Terjemahan Indonesia:
lalu dijadikan-Nya (rumput-rumput) itu kering kehitam-hitaman.
Klik atau sorot box/kotak di bawah ini untuk mengetahui i'rab al-qur'an per kata
📝 Analisis I'rab Per Kata (Infleksi):
ف
lalu
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata: N/A
Kedudukan: Ḥarf 'Aṭaf
I'rab & Tanda: Mabni atas Fathah
Penjelasan: Huruf 'Aṭaf (menunjukkan urutan cepat).
Akar Kata: ف
جعله
Dia menjadikannya
Fi'il
Kategori: Fi'il
Bentuk Kata: Māḍi
Kedudukan: Ma'ṭūf
I'rab & Tanda: Mabni atas Fathah
Penjelasan: Di-Aṭaf-kan kepada أَخْرَجَ. Hā' (هُ) Maf'ūl Bih pertama.
Akar Kata: ج ع ل - ه و
غثاء
rumput kering
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Mufrad, Nakirah
Kedudukan: Maf'ūl Bih kedua
I'rab & Tanda: Manshub dengan Fathah
Penjelasan: Objek kedua dari فَجَعَلَهُۥ.
Akar Kata: غ ث ي
أحوى
berwarna kehitam-hitaman
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Isim Tafḍīl
Kedudukan: Na'at (Sifat)
I'rab & Tanda: Manshub dengan Fathah Muqaddarah
Penjelasan: Na'at bagi غُثَآءً.
Akar Kata: ح و ي
🔤 Analisis Ilal & Idgham (Morfologi):
Isim • غُثَاءً • Shorof
غُثَاءً berasal dari akar kata غ ث و. Bentuk aslinya adalah غُثَاوٌ, merupakan Isim Naqish Wāwiy.

➡️ Mekanisme: Ibdāl

➡️ Bertujuan untuk memperingan dan mempermudah pelafalan kata dalam bahasa Arab tanpa mengubah makna aslinya.

📝 Penjelasan: Ibdāl Hamzah: Huruf wāw (و) di akhir kata diubah menjadi hamzah (ء) karena terletak setelah alif za'idah.
✨ Analisis Balaghah (Retorika) :
Badi' - Muqābalah
Ayat ini adalah *Muqābalah* (kontras) dengan Ayat 4: Tumbuh subur (**akhrajal-marʻā**) vs. Kering dan hitam (**غُثَاءً أَحْوَى / ghutsā`an aḥwā**). Kontras ini melambangkan kehidupan dan kematian, kehijauan dunia dan kekeringan akhirat.
📘
Tafsir Mu'tabar
Powered by Islamic Sources
Ringkasan Tafsir:

Lalu Dia menjadikannya kering kehitam-hitaman. Deskripsi tentang perubahan yang terjadi pada rumput yang telah tumbuh.

Penjelasan Detail:

Imam Ath-Thabari menjelaskan bahwa "Faja’alahū ghutsa-an aḥwā" berarti Allah **menjadikannya kering** (*ghutsaa*), yaitu rumput yang semula hijau kini menjadi **kehitam-hitaman** (*aḥwā*) atau cokelat. Ibnu Katsir menerangkan bahwa ini adalah isyarat tentang fana-nya kehidupan dunia dan perubahan yang pasti terjadi. Al-Qurthubi menambahkan bahwa proses ini menunjukkan bahwa keindahan dunia bersifat sementara. Al-Baidhawi menguraikan bahwa proses ini juga merupakan metafora kehidupan manusia yang pasti mengalami penuaan dan kematian. Al-Alusi menekankan bahwa siklus hidup dan mati ini adalah bukti kekuasaan Allah. Hamka dalam Tafsir Al-Azhar menafsirkan ayat ini sebagai peringatan bahwa segala kemewahan dunia pasti akan lapuk.