IrabQuran.com

ID
Thumbnail Surat Al-A'la Ayat 16

Belajar I'rab Al-Qur'an Surat Al-A'la Ayat 16

16 Surah Al-A'la Ayat 16 ⬇️
بَلْ تُؤْثِرُوْنَ الْحَيٰوةَ الدُّنْيَاۖ
📘 Cara Baca:
bal tu`ṡirụnal-ḥayātad-dun-yā
Arti Terjemahan Indonesia:
Sedangkan kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan dunia,
Klik atau sorot box/kotak di bawah ini untuk mengetahui i'rab al-qur'an per kata
📝 Analisis I'rab Per Kata (Infleksi):
بل
Tetapi
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata: N/A
Kedudukan: Ḥarf Iḍrāb
I'rab & Tanda: Mabni atas Sukun
Penjelasan: Huruf beralih dari ucapan sebelumnya.
Akar Kata: ب ل ل
تؤثرون
kamu mengutamakan
Fi'il
Kategori: Fi'il
Bentuk Kata: Muḍāri'
Kedudukan: Fi'il Muḍāri'
I'rab & Tanda: Marfu' dengan Nūn
Penjelasan: Wāwu (و) Fā'il.
Akar Kata: أ ث ر
الحياة
kehidupan
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Maṣdar
Kedudukan: Maf'ūl Bih
I'rab & Tanda: Manshub dengan Fathah
Penjelasan: Objek dari تُؤْثِرُونَ.
Akar Kata: ح ي ي
الدنيا
dunia
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Isim Tafḍīl
Kedudukan: Na'at (Sifat)
I'rab & Tanda: Manshub dengan Fathah Muqaddarah
Penjelasan: Na'at bagi ٱلْحَيَوٰةَ.
Akar Kata: د ن و
✨ Analisis Balaghah (Retorika) :
Ma'ani - Radʻun wa Zajar
Kata **بَلْ (Bal/Sedang)** adalah *Radʻun wa Zajar* (penolakan dan hardikan) yang mengalihkan perhatian dari keberuntungan (Ayat 14) ke dosa utama manusia: **mengutamakan kehidupan dunia** (**تُؤْثِرُونَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا / tu`tsirūnal-ḥayātad-dunyā**).
📘
Tafsir Mu'tabar
Powered by Islamic Sources
Ringkasan Tafsir:

Tetapi kamu (orang-orang kafir) lebih mementingkan kehidupan dunia. Celaan terhadap orang yang mengabaikan akhirat demi dunia.

Penjelasan Detail:

Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa "Bal tu’tsirūnal ḥayātad dunyā" adalah celaan terhadap orang kafir yang **lebih mengutamakan kehidupan dunia** daripada akhirat. Ath-Thabari menerangkan bahwa *tu’tsirūna* berarti mendahulukan atau memilih dunia sebagai prioritas utama. Al-Qurthubi menambahkan bahwa pengutamaan dunia adalah akar dari semua dosa. Al-Baidhawi menguraikan bahwa ini adalah kontras dengan *tazakkā* (menyucikan diri) dan *ṣallā* (salat). Al-Alusi menekankan bahwa cinta dunia adalah penyebab mereka menolak peringatan. Sayyid Quthb (Fi Zhilal) menafsirkan ini sebagai penyakit hati yang membutakan dari kebenaran.