➡️ Mekanisme: Ibdāl
➡️ Bertujuan untuk memperingan dan mempermudah pelafalan kata dalam bahasa Arab tanpa mengubah makna aslinya.
Sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan diri. Kontras, penetapan keberuntungan bagi orang beriman.
Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa "Qad aflaḥa man tazakkā" adalah penetapan bahwa **telah beruntunglah orang yang menyucikan diri** (*tazakkā*). Ath-Thabari menerangkan bahwa *tazakkā* berarti membersihkan diri dari syirik dan kotoran dosa, atau menunaikan zakat. Al-Qurthubi menambahkan bahwa penyucian diri ini adalah syarat utama keberuntungan. Al-Baidhawi menguraikan bahwa penyucian ini adalah kebalikan dari kesombongan orang kafir. Al-Alusi menekankan bahwa keberuntungan ini adalah kebahagiaan abadi di Surga. Sayyid Quthb (Fi Zhilal) menafsirkan *tazakkā* sebagai pembersihan jiwa secara total dari hawa nafsu dunia.