IrabQuran.com

ID
Thumbnail Surat Al-A'la Ayat 14

Belajar I'rab Al-Qur'an Surat Al-A'la Ayat 14

14 Surah Al-A'la Ayat 14 ⬇️
قَدْ اَفْلَحَ مَنْ تَزَكّٰىۙ
📘 Cara Baca:
qad aflaḥa man tazakkā
Arti Terjemahan Indonesia:
Sungguh beruntung orang yang menyucikan diri (dengan beriman),
Klik atau sorot box/kotak di bawah ini untuk mengetahui i'rab al-qur'an per kata
📝 Analisis I'rab Per Kata (Infleksi):
قد
Sesungguhnya
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata: N/A
Kedudukan: Ḥarf Taukīd
I'rab & Tanda: Mabni atas Sukun
Penjelasan: Huruf Penegas.
Akar Kata: ق د د
أفلح
beruntunglah
Fi'il
Kategori: Fi'il
Bentuk Kata: Māḍi
Kedudukan: Fi'il Māḍi
I'rab & Tanda: Mabni atas Fathah
Penjelasan: Fi'il Māḍi.
Akar Kata: ف ل ح
من
orang yang
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Mauṣūl
Kedudukan: Fā'il
I'rab & Tanda: Mabni atas Sukun
Penjelasan: Fā'il dari أَفْلَحَ.
Akar Kata: م ن ن
تزكى
membersihkan diri
Fi'il
Kategori: Fi'il
Bentuk Kata: Māḍi
Kedudukan: Ṣilah Mauṣūl
I'rab & Tanda: Mabni atas Fathah Muqaddarah
Penjelasan: Fa'ilnya Dhomir Mustatir (هو).
Akar Kata: ز ك و
🔤 Analisis Ilal & Idgham (Morfologi):
Fiil • تَزَكَّى • Shorof
تَزَكَّى berasal dari akar kata ز ك و. Bentuk aslinya adalah تَزَكَّوَ, merupakan Fiil Naqish Wāwiy.

➡️ Mekanisme: Ibdāl

➡️ Bertujuan untuk memperingan dan mempermudah pelafalan kata dalam bahasa Arab tanpa mengubah makna aslinya.

📝 Penjelasan: Ibdāl: Huruf wāw (و) di akhir kata kerja diubah menjadi alif (ا) karena didahului fathah.
✨ Analisis Balaghah (Retorika) :
Ma'ani - Taukīd dan Jawāb Ṣarīḥ
Ayat ini adalah *Jawāb* (jawaban) yang eksplisit terhadap kebenaran ajaran (Ayat 9-13). Penggunaan *Taukīd* (**قَدْ / qad**) menjamin **KEBERUNTUNGAN** mutlak hanya milik mereka yang **تَزَكَّى (tazakkā/menyucikan diri)**.
📘
Tafsir Mu'tabar
Powered by Islamic Sources
Ringkasan Tafsir:

Sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan diri. Kontras, penetapan keberuntungan bagi orang beriman.

Penjelasan Detail:

Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa "Qad aflaḥa man tazakkā" adalah penetapan bahwa **telah beruntunglah orang yang menyucikan diri** (*tazakkā*). Ath-Thabari menerangkan bahwa *tazakkā* berarti membersihkan diri dari syirik dan kotoran dosa, atau menunaikan zakat. Al-Qurthubi menambahkan bahwa penyucian diri ini adalah syarat utama keberuntungan. Al-Baidhawi menguraikan bahwa penyucian ini adalah kebalikan dari kesombongan orang kafir. Al-Alusi menekankan bahwa keberuntungan ini adalah kebahagiaan abadi di Surga. Sayyid Quthb (Fi Zhilal) menafsirkan *tazakkā* sebagai pembersihan jiwa secara total dari hawa nafsu dunia.