Sesungguhnya setiap diri pasti ada penjaganya.
Imam Ath-Thabari menjelaskan bahwa "In kullu nafsin lammā ‘alaihā ḥāfiẓ" adalah **jawaban sumpah** yang menegaskan bahwa **setiap jiwa** (*kullu nafsin*) **memiliki penjaga** (*ḥāfiẓ*). Ibnu Katsir menerangkan bahwa *ḥāfiẓ* adalah malaikat yang mencatat amal perbuatan manusia. Al-Qurthubi menambahkan bahwa penjaga ini adalah malaikat Raqib dan Atid (pencatat amal baik dan buruk). Al-Baidhawi menguraikan bahwa keberadaan penjaga ini adalah peringatan tentang hari pertanggungjawaban. Al-Alusi menekankan bahwa tidak ada satu perbuatan pun yang terlepas dari pengawasan Allah. Sayyid Quthb (Fi Zhilal) menafsirkan penjaga ini sebagai pengawasan ilahi yang meliputi manusia di setiap waktu.