➡️ Mekanisme: Non-I'lal Hadhf Nūn
➡️ Bertujuan untuk memperingan dan mempermudah pelafalan kata dalam bahasa Arab tanpa mengubah makna aslinya.
Dan mereka tidak menyiksa orang-orang mukmin itu melainkan karena orang-orang mukmin itu beriman kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji.
Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa "Wa mā naqamū minhum illā an yu'minū billāhil-‘Azīzil-Ḥamīd" adalah penegasan bahwa **alasan mereka menyiksa** adalah semata-mata karena **iman orang mukmin kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji**. Ath-Thabari menerangkan bahwa *naqamū* berarti membalas atau mencela, dan tidak ada celaan lain selain iman. Al-Qurthubi menambahkan bahwa penyebutan *Al-‘Azīz* (Perkasa) adalah peringatan bahwa Allah Mahakuasa membalas, dan *Al-Ḥamīd* (Terpuji) menegaskan bahwa Allah layak dipuji karena keadilan-Nya. Al-Baidhawi menguraikan bahwa kejahatan terbesar adalah membalas keimanan dengan siksaan. Al-Alusi menekankan bahwa iman adalah kebenaran yang tidak dapat diterima oleh kezaliman. Sayyid Quthb (Fi Zhilal) menafsirkan ayat ini sebagai kemuliaan tertinggi bagi para syuhada.