IrabQuran.com

ID
Thumbnail Surat Al-Buruj Ayat 8

Belajar I'rab Al-Qur'an Surat Al-Buruj Ayat 8

8 Surah Al-Buruj Ayat 8 ⬇️
وَمَا نَقَمُوْا مِنْهُمْ اِلَّآ اَنْ يُّؤْمِنُوْا بِاللّٰهِ الْعَزِيْزِ الْحَمِيْدِۙ
📘 Cara Baca:
wa mā naqamụ min-hum illā ay yu`minụ billāhil-'azīzil-ḥamīd
Arti Terjemahan Indonesia:
Dan mereka menyiksa orang-orang mukmin itu hanya karena (orang-orang mukmin itu) beriman kepada Allah Yang Mahaperkasa, Maha Terpuji,
Klik atau sorot box/kotak di bawah ini untuk mengetahui i'rab al-qur'an per kata
📝 Analisis I'rab Per Kata (Infleksi):
و
dan
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata: N/A
Kedudukan: Ḥarf Nafy
I'rab & Tanda: Mabni atas Sukun
Penjelasan: Wawu Isti'nāf/Ḥālīyah. Mā (مَا) Nafy.
Akar Kata: و - م ا
ما
tidak
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Nafy
Kedudukan: Nafy
I'rab & Tanda: Mabni atas Sukun
Penjelasan: Mā (مَا) Nafy.
Akar Kata: م و ي
نقموا
mereka menyiksa
Fi'il
Kategori: Fi'il
Bentuk Kata: Māḍi
Kedudukan: Fi'il Māḍi
I'rab & Tanda: Mabni atas Dhommah
Penjelasan: Wāwu (و) Fā'il.
Akar Kata: ن ق م
منهم
dari mereka
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata: N/A
Kedudukan: Jār Majrūr
I'rab & Tanda: Mabni atas Sukun
Penjelasan: Jār (مِن) dan Majrūr (هُمْ).
Akar Kata: م ن ن - ه م
إلا
melainkan
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata: N/A
Kedudukan: Ḥarf Istithnā'
I'rab & Tanda: Mabni atas Sukun
Penjelasan: Huruf Pengecualian.
Akar Kata: أ ل ا
أن
bahwa
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata: N/A
Kedudukan: Ḥarf Maṣdarī wa Naṣb
I'rab & Tanda: Mabni atas Sukun
Penjelasan: Huruf Maṣdarīyah dan Penashab.
Akar Kata: أ ن ن
يؤمنوا
mereka beriman
Fi'il
Kategori: Fi'il
Bentuk Kata: Muḍāri'
Kedudukan: Fi'il Manṣūb
I'rab & Tanda: Manshub dengan membuang Nūn
Penjelasan: Wāwu (و) Fā'il.
Akar Kata: أ م ن
ب
kepada Allah
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata: N/A
Kedudukan: Jār Majrūr
I'rab & Tanda: Majrur dengan Kasrah
Penjelasan: Bā' (ب) Jarr. Isim Majrūr.
Akar Kata: ب - أ ل ه
الله
Allah
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Alam
Kedudukan: Isim Majrūr
I'rab & Tanda: Majrur dengan Kasrah
Penjelasan: Isim Majrūr.
Akar Kata: أ ل ه
العزيز
Yang Mahaperkasa
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Sifat Musyabbahah
Kedudukan: Na'at (Sifat)
I'rab & Tanda: Majrur dengan Kasrah
Penjelasan: Na'at bagi ٱللَّهِ.
Akar Kata: ع ز ز
الحميد
lagi Maha Terpuji
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Sifat Musyabbahah
Kedudukan: Na'at (Sifat)
I'rab & Tanda: Majrur dengan Kasrah
Penjelasan: Na'at bagi ٱللَّهِ.
Akar Kata: ح م د
🔤 Analisis Ilal & Idgham (Morfologi):
Fiil • يُؤْمِنُوا • Nahwu Naṣb (oleh أَن)
يُؤْمِنُوا berasal dari akar kata أ م ن. Bentuk aslinya adalah يُؤْمِنُونَ, merupakan Fiil Shahih.

➡️ Mekanisme: Non-I'lal Hadhf Nūn

➡️ Bertujuan untuk memperingan dan mempermudah pelafalan kata dalam bahasa Arab tanpa mengubah makna aslinya.

📝 Penjelasan: Hadhf Nūn: Fi'il Muḍāri' Ahsanul Khamsah dihapus nūn-nya karena didahului alat Naṣb (أَن). Perubahan Nahwu.
✨ Analisis Balaghah (Retorika) :
Ma'ani - Ḥaṣr Bil-Istithnā`
Pernyataan **وَمَا نَقَمُوا مِنْهُمْ إِلَّا أَن يُؤْمِنُوا (Wa mā naqamū minhum illā an yu`minū/Dan mereka tidak menyiksa melainkan karena beriman)** adalah *Ḥaṣr* (pembatasan) yang sangat mendalam. Itu menegaskan bahwa dosa para mukmin hanyalah **iman kepada Allah** (yaitu, mereka disiksa tanpa alasan yang masuk akal).
📘
Tafsir Mu'tabar
Powered by Islamic Sources
Ringkasan Tafsir:

Dan mereka tidak menyiksa orang-orang mukmin itu melainkan karena orang-orang mukmin itu beriman kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji.

Penjelasan Detail:

Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa "Wa mā naqamū minhum illā an yu'minū billāhil-‘Azīzil-Ḥamīd" adalah penegasan bahwa **alasan mereka menyiksa** adalah semata-mata karena **iman orang mukmin kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji**. Ath-Thabari menerangkan bahwa *naqamū* berarti membalas atau mencela, dan tidak ada celaan lain selain iman. Al-Qurthubi menambahkan bahwa penyebutan *Al-‘Azīz* (Perkasa) adalah peringatan bahwa Allah Mahakuasa membalas, dan *Al-Ḥamīd* (Terpuji) menegaskan bahwa Allah layak dipuji karena keadilan-Nya. Al-Baidhawi menguraikan bahwa kejahatan terbesar adalah membalas keimanan dengan siksaan. Al-Alusi menekankan bahwa iman adalah kebenaran yang tidak dapat diterima oleh kezaliman. Sayyid Quthb (Fi Zhilal) menafsirkan ayat ini sebagai kemuliaan tertinggi bagi para syuhada.