IrabQuran.com

ID
Thumbnail Surat Al-Buruj Ayat 16

Belajar I'rab Al-Qur'an Surat Al-Buruj Ayat 16

16 Surah Al-Buruj Ayat 16 ⬇️
فَعَّالٌ لِّمَا يُرِيْدُۗ
📘 Cara Baca:
fa''ālul limā yurīd
Arti Terjemahan Indonesia:
Mahakuasa berbuat apa yang Dia kehendaki.
Klik atau sorot box/kotak di bawah ini untuk mengetahui i'rab al-qur'an per kata
📝 Analisis I'rab Per Kata (Infleksi):
فعال
Maha Pelaksana
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Ṣīghah Mubālaghah
Kedudukan: Khobar Keempat
I'rab & Tanda: Marfu' dengan Dhommah
Penjelasan: Khobar keempat dari هُوَ.
Akar Kata: ف ع ل
ل
terhadap apa yang
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata: N/A
Kedudukan: Ḥarf Jarr dan Isim Mauṣūl
I'rab & Tanda: Mabni atas Sukun
Penjelasan: Lām (لِ) Jarr. Mā (مَا) Isim Majrūr.
Akar Kata: ل - م ا
ما
apa yang
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Mauṣūl
Kedudukan: Isim Majrūr
I'rab & Tanda: Mabni atas Sukun
Penjelasan: Isim Majrūr.
Akar Kata: م و ي
يريد
Dia kehendaki
Fi'il
Kategori: Fi'il
Bentuk Kata: Muḍāri'
Kedudukan: Ṣilah Mauṣūl
I'rab & Tanda: Marfu' dengan Dhommah
Penjelasan: Fa'ilnya Dhomir Mustatir (هو).
Akar Kata: ر و د
🔤 Analisis Ilal & Idgham (Morfologi):
Fiil • يُرِيدُ • Shorof
يُرِيدُ berasal dari akar kata ر و د. Bentuk aslinya adalah يُرْوِدُ, merupakan Fiil Ajwaf Wāwiy.

➡️ Mekanisme: Iskān & Naql

➡️ Bertujuan untuk memperingan dan mempermudah pelafalan kata dalam bahasa Arab tanpa mengubah makna aslinya.

📝 Penjelasan: Iskān dan Naql Harakah: Huruf wāw (و) disukunkan karena beratnya ḍammah, dan harakatnya dinukil (Naql) ke huruf sebelumnya (ر).
✨ Analisis Balaghah (Retorika) :
Ma'ani - Mubālaghah
Kata **فَعَّالٌ (Faʻʻālun/Maha Kuasa berbuat)** adalah *Mubālaghah* (bentuk hiperbola) dari kata kerja, menunjukkan kekuasaan mutlak Allah tanpa batas (**limā yurīd/apa yang Dia kehendaki**).
📘
Tafsir Mu'tabar
Powered by Islamic Sources
Ringkasan Tafsir:

Maha Pelaksana terhadap apa yang Dia kehendaki.

Penjelasan Detail:

Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa "Fa’’ālul-limā yurīd" adalah penegasan bahwa Allah **Maha Pelaksana terhadap apa yang Dia kehendaki** tanpa ada yang mampu menghalangi. Ath-Thabari menerangkan bahwa *Fa’’āl* adalah penekanan bahwa Allah berbuat sesuai kehendak-Nya. Al-Qurthubi menambahkan bahwa ayat ini adalah jaminan bahwa Allah pasti akan membalas para penyiksa *Ukhdūd*. Al-Baidhawi menguraikan bahwa kehendak Allah adalah mutlak dan tanpa batas. Al-Alusi menekankan bahwa Allah tidak perlu penolong untuk melaksanakan kehendak-Nya. Sayyid Quthb (Fi Zhilal) menafsirkan ini sebagai kekuatan tak terbatas yang menjamin keadilan.