Dan Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Mencintai.
Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa "Wa huwal-Ghafūrul-Wadūd" adalah penegasan sifat Allah, **Maha Pengampun** (*Al-Ghafūr*) dan **Maha Mencintai** (*Al-Wadūd*). Ath-Thabari menerangkan bahwa *Al-Wadūd* berarti Dia mencintai hamba-Nya yang beriman dan bertobat. Al-Qurthubi menambahkan bahwa penyebutan sifat rahmat (pengampun dan pencinta) setelah ancaman siksaan adalah untuk membuka pintu harapan bagi orang yang bertobat. Al-Baidhawi menguraikan bahwa cinta Allah adalah balasan bagi keimanan. Al-Alusi menekankan bahwa Allah mencintai perbuatan baik hamba-Nya. Sayyid Quthb (Fi Zhilal) menafsirkan sifat ini sebagai keseimbangan sempurna antara keadilan dan rahmat Ilahi.