IrabQuran.com

ID
Thumbnail Surat Al-Buruj Ayat 14

Belajar I'rab Al-Qur'an Surat Al-Buruj Ayat 14

14 Surah Al-Buruj Ayat 14 ⬇️
وَهُوَ الْغَفُوْرُ الْوَدُوْدُۙ
📘 Cara Baca:
wa huwal-gafụrul-wadụd
Arti Terjemahan Indonesia:
Dan Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Pengasih,
Klik atau sorot box/kotak di bawah ini untuk mengetahui i'rab al-qur'an per kata
📝 Analisis I'rab Per Kata (Infleksi):
و
Dan Dialah
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata: N/A
Kedudukan: Ḥarf Isti'nāf dan Dhomir
I'rab & Tanda: Mabni atas Fathah
Penjelasan: Wawu Isti'nāf. Mubtada'.
Akar Kata: و - ه و
هو
Dia
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Ḍamīr Munfaṣil
Kedudukan: Mubtada'
I'rab & Tanda: Mabni atas Fathah
Penjelasan: Mubtada'.
Akar Kata: ه و
الغفور
Yang Maha Pengampun
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Sifat Musyabbahah
Kedudukan: Khobar Pertama
I'rab & Tanda: Marfu' dengan Dhommah
Penjelasan: Khobar dari هُوَ.
Akar Kata: غ ف ر
الودود
lagi Maha Mencintai
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Sifat Musyabbahah
Kedudukan: Khobar Kedua
I'rab & Tanda: Marfu' dengan Dhommah
Penjelasan: Khobar kedua dari هُوَ.
Akar Kata: و د د
✨ Analisis Balaghah (Retorika) :
Badi' - Munasabah
Penyebutan **الْغَفُورُ (al-Ghafūr/Maha Pengampun)** dan **الْوَدُودُ (al-Wadūd/Maha Mencintai)** setelah peringatan keras (Ayat 12) menunjukkan *Munasabah* (kesesuaian) sifat Allah yang seimbang: Maha Keras hukuman-Nya, namun juga Maha Pengampun dan Maha Mencintai.
📘
Tafsir Mu'tabar
Powered by Islamic Sources
Ringkasan Tafsir:

Dan Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Mencintai.

Penjelasan Detail:

Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa "Wa huwal-Ghafūrul-Wadūd" adalah penegasan sifat Allah, **Maha Pengampun** (*Al-Ghafūr*) dan **Maha Mencintai** (*Al-Wadūd*). Ath-Thabari menerangkan bahwa *Al-Wadūd* berarti Dia mencintai hamba-Nya yang beriman dan bertobat. Al-Qurthubi menambahkan bahwa penyebutan sifat rahmat (pengampun dan pencinta) setelah ancaman siksaan adalah untuk membuka pintu harapan bagi orang yang bertobat. Al-Baidhawi menguraikan bahwa cinta Allah adalah balasan bagi keimanan. Al-Alusi menekankan bahwa Allah mencintai perbuatan baik hamba-Nya. Sayyid Quthb (Fi Zhilal) menafsirkan sifat ini sebagai keseimbangan sempurna antara keadilan dan rahmat Ilahi.