Wahai manusia, sesungguhnya kamu telah bekerja keras menuju Tuhanmu, maka kamu pasti akan menemui-Nya.
Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa "Yā ayyuhāl-insānu innaka kādiḥun ilā rabbika kadḥan famulāqīh" adalah pernyataan bahwa **setiap manusia telah bekerja keras** (*kādiḥun*) **menuju Tuhannya**, dan **pasti akan menemui-Nya** (*famulāqīh*). Ath-Thabari menerangkan bahwa *kadḥan* merujuk pada segala usaha dan jerih payah manusia selama hidup. Al-Qurthubi menambahkan bahwa pertemuan ini adalah pertemuan dengan balasan amal perbuatan. Al-Baidhawi menguraikan bahwa setiap perbuatan, baik atau buruk, akan membawa konsekuensi. Al-Alusi menekankan bahwa kehidupan dunia adalah perjalanan menuju Allah. Sayyid Quthb (Fi Zhilal) menafsirkan ayat ini sebagai penekanan pada tanggung jawab individu atas jerih payahnya.