Bahkan orang-orang kafir itu mendustakan.
Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa "Balil-ladzīna kafarū yukadzdzibūn" adalah penegasan bahwa **orang-orang kafir itu mendustakan** Al-Qur’an dan Hari Kiamat. Ath-Thabari menerangkan bahwa *yukadzdzibūn* adalah penolakan yang terus-menerus. Al-Qurthubi menambahkan bahwa kedustaan ini adalah penyebab utama mereka tidak bersujud. Al-Baidhawi menguraikan bahwa mereka mendustakan meskipun bukti-bukti jelas. Al-Alusi menekankan bahwa kedustaan mereka adalah pilihan sadar. Sayyid Quthb (Fi Zhilal) menafsirkan kedustaan ini sebagai penghalang terbesar menuju keimanan.