IrabQuran.com

ID
Thumbnail Surat Al-Insyiqaq Ayat 22

Belajar I'rab Al-Qur'an Surat Al-Insyiqaq Ayat 22

22 Surah Al-Insyiqaq Ayat 22 ⬇️
بَلِ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا يُكَذِّبُوْنَۖ
📘 Cara Baca:
balillażīna kafarụ yukażżibụn
Arti Terjemahan Indonesia:
bahkan orang-orang kafir itu mendustakan(nya).
Klik atau sorot box/kotak di bawah ini untuk mengetahui i'rab al-qur'an per kata
📝 Analisis I'rab Per Kata (Infleksi):
و
Padahal Allah
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata: N/A
Kedudukan: Wawu Ḥālīyah dan Isim
I'rab & Tanda: Mabni atas Fathah
Penjelasan: Wawu Ḥālīyah.
Akar Kata: و - أ ل ه
الله
Allah
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Alam
Kedudukan: Mubtada'
I'rab & Tanda: Marfu' dengan Dhommah
Penjelasan: Mubtada'.
Akar Kata: أ ل ه
أعلم
Maha Mengetahui
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Isim Tafḍīl
Kedudukan: Khobar
I'rab & Tanda: Marfu' dengan Dhommah
Penjelasan: Khobar dari وَٱللَّهُ.
Akar Kata: ع ل م
ب
tentang apa yang
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata: N/A
Kedudukan: Ḥarf Jarr dan Isim Mauṣūl
I'rab & Tanda: Mabni atas Sukun
Penjelasan: Bā' (ب) Jarr. Mā (مَا) Isim Majrūr.
Akar Kata: ب - م ا
ما
apa yang
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Mauṣūl
Kedudukan: Isim Majrūr
I'rab & Tanda: Mabni atas Sukun
Penjelasan: Isim Majrūr.
Akar Kata: م و ي
يوعون
mereka sembunyikan
Fi'il
Kategori: Fi'il
Bentuk Kata: Muḍāri'
Kedudukan: Ṣilah Mauṣūl
I'rab & Tanda: Marfu' dengan Nūn
Penjelasan: Wāwu (و) Fā'il.
Akar Kata: و ع ي
✨ Analisis Balaghah (Retorika) :
Ma'ani - Iḍrāb dan Radʻun wa Zajar
Kata **بَلْ (Bal/Bahkan)** adalah *Iḍrāb* (pengalihan topik) yang menyimpulkan dosa terberat mereka: **mendustakan** (*yukadzdzibūn*).
📘
Tafsir Mu'tabar
Powered by Islamic Sources
Ringkasan Tafsir:

Bahkan orang-orang kafir itu mendustakan.

Penjelasan Detail:

Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa "Balil-ladzīna kafarū yukadzdzibūn" adalah penegasan bahwa **orang-orang kafir itu mendustakan** Al-Qur’an dan Hari Kiamat. Ath-Thabari menerangkan bahwa *yukadzdzibūn* adalah penolakan yang terus-menerus. Al-Qurthubi menambahkan bahwa kedustaan ini adalah penyebab utama mereka tidak bersujud. Al-Baidhawi menguraikan bahwa mereka mendustakan meskipun bukti-bukti jelas. Al-Alusi menekankan bahwa kedustaan mereka adalah pilihan sadar. Sayyid Quthb (Fi Zhilal) menafsirkan kedustaan ini sebagai penghalang terbesar menuju keimanan.