IrabQuran.com

ID
Thumbnail Surat Al-Mutaffifin Ayat 4

Belajar I'rab Al-Qur'an Surat Al-Mutaffifin Ayat 4

4 Surah Al-Mutaffifin Ayat 4 ⬇️
اَلَا يَظُنُّ اُولٰۤىِٕكَ اَنَّهُمْ مَّبْعُوْثُوْنَۙ
📘 Cara Baca:
alā yaẓunnu ulā`ika annahum mab'ụṡụn
Arti Terjemahan Indonesia:
Tidakkah mereka itu mengira, bahwa sesungguhnya mereka akan dibangkitkan,
Klik atau sorot box/kotak di bawah ini untuk mengetahui i'rab al-qur'an per kata
📝 Analisis I'rab Per Kata (Infleksi):
ألا
Tidakkah
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata: N/A
Kedudukan: Ḥarf Istifhām wa Tanbīh
I'rab & Tanda: Mabni atas Sukun
Penjelasan: Huruf Tanya dan Peringatan.
Akar Kata: أ ل ا
يظن
mereka mengira
Fi'il
Kategori: Fi'il
Bentuk Kata: Muḍāri'
Kedudukan: Fi'il Muḍāri'
I'rab & Tanda: Marfu' dengan Dhommah
Penjelasan: Fa'ilnya Dhomir Mustatir (mereka).
Akar Kata: ظ ن ن
أولئك
mereka itu
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Isim Isyārah
Kedudukan: Fā'il
I'rab & Tanda: Mabni atas Kasrah
Penjelasan: Fā'il dari يَظُنُّ.
Akar Kata: أ و ل
أنهم
bahwa sesungguhnya mereka
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata: N/A
Kedudukan: Ḥarf Taukīd wa Naṣb
I'rab & Tanda: Mabni atas Sukun
Penjelasan: An (أَنَّ) dan Hum (هُمْ) Isim An.
Akar Kata: أ ن ن - ه م
مبعوثون
akan dibangkitkan
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Isim Maf'ūl, Jamak Muzakkar Sālim
Kedudukan: Khobar أَنَّ
I'rab & Tanda: Marfu' dengan Wāwu (و)
Penjelasan: Khobar dari أَنَّ.
Akar Kata: ب ع ث
✨ Analisis Balaghah (Retorika) :
Ma'ani - Istifhām Inkārī
Pertanyaan **أَلَا يَظُنُّ أُولَئِكَ (Alā yaẓunnu ulā`ika/Tidakkah mereka itu mengira)** adalah *Istifhām Inkārī* (pertanyaan bernada penolakan dan kecaman) yang menyiratkan bahwa akar dari kecurangan adalah **ketiadaan keyakinan pada Hari Kebangkitan**.
📘
Tafsir Mu'tabar
Powered by Islamic Sources
Ringkasan Tafsir:

Tidakkah mereka itu yakin bahwa sesungguhnya mereka akan dibangkitkan?

Penjelasan Detail:

Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa "Alā yaẓunnu ulā’ika annahum mab’ūtsūn" adalah pertanyaan retoris yang mengecam: **Tidakkah mereka yakin akan dibangkitkan?** (*mab’ūtsūn*). Ath-Thabari menerangkan bahwa ketiadaan keyakinan pada Hari Kebangkitan adalah penyebab utama kecurangan mereka. Al-Qurthubi menambahkan bahwa keyakinan pada Hari Akhir seharusnya mencegah segala bentuk ketidakjujuran. Al-Baidhawi menguraikan bahwa kecurangan adalah perilaku orang yang merasa tidak ada pertanggungjawaban. Al-Alusi menekankan bahwa keyakinan pada hari pembalasan adalah kunci keadilan sosial. Sayyid Quthb (Fi Zhilal) menafsirkan pertanyaan ini sebagai penegasan bahwa masalah moral berakar pada masalah akidah.