Tidakkah mereka itu yakin bahwa sesungguhnya mereka akan dibangkitkan?
Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa "Alā yaẓunnu ulā’ika annahum mab’ūtsūn" adalah pertanyaan retoris yang mengecam: **Tidakkah mereka yakin akan dibangkitkan?** (*mab’ūtsūn*). Ath-Thabari menerangkan bahwa ketiadaan keyakinan pada Hari Kebangkitan adalah penyebab utama kecurangan mereka. Al-Qurthubi menambahkan bahwa keyakinan pada Hari Akhir seharusnya mencegah segala bentuk ketidakjujuran. Al-Baidhawi menguraikan bahwa kecurangan adalah perilaku orang yang merasa tidak ada pertanggungjawaban. Al-Alusi menekankan bahwa keyakinan pada hari pembalasan adalah kunci keadilan sosial. Sayyid Quthb (Fi Zhilal) menafsirkan pertanyaan ini sebagai penegasan bahwa masalah moral berakar pada masalah akidah.