Mereka (duduk) di atas dipan-dipan sambil memandang.
Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa " ‘Alal-arā’iki yanẓurūn" adalah pengulangan dari ayat 23: orang beriman **duduk di atas dipan-dipan sambil memandang** (kepada kenikmatan Surga dan kehinaan orang kafir di Neraka). Ath-Thabari menerangkan bahwa pandangan ini mencakup melihat musuh mereka dihukum. Al-Qurthubi menambahkan bahwa pengulangan ini menguatkan kenikmatan yang mereka rasakan. Al-Baidhawi menguraikan bahwa pandangan ini adalah bukti ketenangan dan kepastian mereka. Al-Alusi menekankan bahwa tawa mereka disempurnakan dengan pandangan kehinaan orang kafir. Hamka dalam Tafsir Al-Azhar menafsirkan pandangan ini sebagai kontemplasi kemenangan abadi.