Sesungguhnya orang-orang yang berbakti itu benar-benar berada dalam kenikmatan yang melimpah (Surga).
Imam Ath-Thabari menjelaskan bahwa "Innal-abrāra lafī na’īm" adalah penegasan balasan bagi orang baik: **orang-orang yang berbakti** (*al-abrār*) **benar-benar berada dalam kenikmatan** (*na’īm*), yaitu Surga. Ibnu Katsir menerangkan bahwa *na’īm* adalah kenikmatan abadi Surga. Al-Qurthubi menambahkan bahwa *al-abrār* adalah orang yang beriman dan bertakwa. Al-Baidhawi menguraikan bahwa kenikmatan ini adalah balasan atas kesyukuran mereka (bertolak belakang dengan ayat 6). Al-Alusi menekankan bahwa kenikmatan ini meliputi aspek lahir dan batin. Hamka dalam Tafsir Al-Azhar menafsirkan *na’īm* sebagai lingkungan yang penuh kedamaian.