IrabQuran.com

ID
Thumbnail Surat Al-Infitar Ayat 13

Belajar I'rab Al-Qur'an Surat Al-Infitar Ayat 13

13 Surah Al-Infitar Ayat 13 ⬇️
اِنَّ الْاَبْرَارَ لَفِيْ نَعِيْمٍۙ
📘 Cara Baca:
innal-abrāra lafī na'īm
Arti Terjemahan Indonesia:
Sesungguhnya orang-orang yang berbakti benar-benar berada dalam (surga yang penuh) kenikmatan,
Klik atau sorot box/kotak di bawah ini untuk mengetahui i'rab al-qur'an per kata
📝 Analisis I'rab Per Kata (Infleksi):
إن
Sesungguhnya
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata: N/A
Kedudukan: Ḥarf Taukīd wa Naṣb
I'rab & Tanda: Mabni atas Fathah
Penjelasan: Huruf Penegas dan Penashab.
Akar Kata: أ ن ن
الأبرار
orang-orang yang berbakti
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Jamak Taksir
Kedudukan: Isim إِنَّ
I'rab & Tanda: Manshub dengan Fathah
Penjelasan: Isim إِنَّ.
Akar Kata: ب ر ر
ل
benar-benar
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata: N/A
Kedudukan: Lām Ibtidā' dan Ḥarf Jarr
I'rab & Tanda: Mabni atas Sukun
Penjelasan: Lām (لَ) Taukīd.
Akar Kata: ل - ف ي ي
في
dalam
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata: N/A
Kedudukan: Ḥarf Jarr
I'rab & Tanda: Mabni atas Sukun
Penjelasan: Huruf Jarr.
Akar Kata: ف ي ي
نعيم
kenikmatan
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Maṣdar
Kedudukan: Isim Majrūr
I'rab & Tanda: Majrur dengan Kasrah
Penjelasan: Isim Majrūr. Jār Majrūr ini Khobar إِنَّ.
Akar Kata: ن ع م
✨ Analisis Balaghah (Retorika) :
Badi' - Muqābalah dan Taukīd
Ayat ini memulai *Muqābalah* (kontras) sempurna dengan Ayat 14. *Taukīd* berlapis (**إِنَّ** dan **لَ**) menjamin orang berbakti berada dalam **نَعِيمٍ (naʻīm/kenikmatan yang besar)**.
📘
Tafsir Mu'tabar
Powered by Islamic Sources
Ringkasan Tafsir:

Sesungguhnya orang-orang yang berbakti itu benar-benar berada dalam kenikmatan yang melimpah (Surga).

Penjelasan Detail:

Imam Ath-Thabari menjelaskan bahwa "Innal-abrāra lafī na’īm" adalah penegasan balasan bagi orang baik: **orang-orang yang berbakti** (*al-abrār*) **benar-benar berada dalam kenikmatan** (*na’īm*), yaitu Surga. Ibnu Katsir menerangkan bahwa *na’īm* adalah kenikmatan abadi Surga. Al-Qurthubi menambahkan bahwa *al-abrār* adalah orang yang beriman dan bertakwa. Al-Baidhawi menguraikan bahwa kenikmatan ini adalah balasan atas kesyukuran mereka (bertolak belakang dengan ayat 6). Al-Alusi menekankan bahwa kenikmatan ini meliputi aspek lahir dan batin. Hamka dalam Tafsir Al-Azhar menafsirkan *na’īm* sebagai lingkungan yang penuh kedamaian.