Dan dari ibu dan bapaknya,
Imam Ath-Thabari menjelaskan bahwa "Wa ummihī wa abīh" adalah kelanjutan lari: **dan dari ibu dan bapaknya**. Ibnu Katsir menerangkan bahwa orang lari dari yang paling berhak mendapatkan kebaikan dan kasih sayang. Al-Qurthubi menambahkan bahwa lari dari orang tua menunjukkan kengerian yang melebihi segala ikatan dunia. Al-Baidhawi menguraikan bahwa pada hari itu tidak ada yang bisa memberikan manfaat bagi yang lain. Al-Alusi menekankan bahwa hubungan yang paling suci pun tidak berguna. Hamka dalam Tafsir Al-Azhar menafsirkan lari dari orang tua sebagai tanda keputusasaan total manusia.