IrabQuran.com

ID
Thumbnail Surat An-Nazi'at Ayat 32

Belajar I'rab Al-Qur'an Surat An-Nazi'at Ayat 32

32 Surah An-Nazi'at Ayat 32 ⬇️
وَالْجِبَالَ اَرْسٰىهَاۙ
📘 Cara Baca:
wal-jibāla arsāhā
Arti Terjemahan Indonesia:
Dan gunung-gunung Dia pancangkan dengan teguh.
Klik atau sorot box/kotak di bawah ini untuk mengetahui i'rab al-qur'an per kata
📝 Analisis I'rab Per Kata (Infleksi):
و
Dan
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata: N/A
Kedudukan: Ḥarf 'Aṭaf
I'rab & Tanda: Manshub dengan Fathah
Penjelasan: Wawu 'Aṭaf.
Akar Kata: و - ج ب ل
الجبال
gunung-gunung
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Jamak Taksir
Kedudukan: Ma'ṭūf
I'rab & Tanda: Manshub dengan Fathah
Penjelasan: Di-Aṭaf-kan kepada مَآءَهَا (atau Maf'ūl Bih dari fi'il yang dihapus).
Akar Kata: ج ب ل
أرساها
Dia menancapkannya
Fi'il
Kategori: Fi'il
Bentuk Kata: Māḍi
Kedudukan: Tafsīr (Penjelasan)
I'rab & Tanda: Mabni atas Fathah Muqaddarah
Penjelasan: Hā' (هَا) Maf'ūl Bih.
Akar Kata: ر س و - ه ا
🔤 Analisis Ilal & Idgham (Morfologi):
Fiil • أَرْسَاهَا • Shorof
أَرْسَاهَا berasal dari akar kata ر س و. Bentuk aslinya adalah أَرْسَوَهَا, merupakan Fiil Naqish Wāwiy.

➡️ Mekanisme: Ibdāl

➡️ Bertujuan untuk memperingan dan mempermudah pelafalan kata dalam bahasa Arab tanpa mengubah makna aslinya.

📝 Penjelasan: Ibdāl: Huruf wāw (و) di akhir kata kerja diubah menjadi alif (ا) karena didahului fathah.
✨ Analisis Balaghah (Retorika) :
Bayan - Kinayah
Gunung yang **dipancangkan dengan kokoh (arsāhā)** adalah *Kinayah* tentang fungsi gunung sebagai pasak bumi (penstabil), mengaitkan kembali dengan kehancuran gunung saat Kiamat (Ayat 3).
📘
Tafsir Mu'tabar
Powered by Islamic Sources
Ringkasan Tafsir:

Dan gunung-gunung Dia pancangkan dengan kukuh.

Penjelasan Detail:

Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa "Wal-jibāla arśāhā" berarti **Dan gunung-gunung Dia pancangkan dengan kukuh** (*arśāhā*). Ath-Thabari menerangkan bahwa *arśāhā* berarti menancapkan gunung sebagai pasak agar bumi tidak berguncang. Al-Qurthubi menambahkan bahwa gunung adalah penyeimbang bumi. Al-Baidhawi menguraikan bahwa gunung adalah bagian dari kesempurnaan ciptaan bumi. Al-Alusi menekankan bahwa gunung adalah bukti kekuatan Allah. Sayyid Quthb (Fi Zhilal) menafsirkan *arśāhā* sebagai penegasan stabilitas dan keteraturan bumi.