Maka kepada berita mana lagi setelah (Al-Qur'an) ini mereka akan beriman?
Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa "Fa bi ayyi ḥadīṡim ba‘dahū yu’minūn" adalah penutup dan tantangan: **Maka kepada berita mana lagi setelah (Al-Qur'an) ini mereka akan beriman?** Ath-Thabari menerangkan bahwa *ḥadīṡ* adalah Al-Qur'an. Jika mereka mendustakan Al-Qur'an yang agung, tidak ada lagi yang akan membuat mereka beriman. Al-Qurthubi menambahkan bahwa tidak ada lagi kitab suci setelah Al-Qur'an. Al-Baidhawi menguraikan bahwa ini adalah pertanyaan retoris yang menghina. Al-Alusi menekankan bahwa Al-Qur'an adalah bukti yang sempurna. Sayyid Quthb (Fi Zhilal) menafsirkan ayat ini sebagai penegasan bahwa Al-Qur'an adalah hidayah pamungkas.