Dan (malaikat) yang menyampaikan (wahyu atau peringatan) sebagai uzur atau peringatan.
Imam Ath-Thabari menjelaskan bahwa "Fal-mulqiyāti ‘udzrā aw nudzrā" adalah sumpah kelima: **Dan (malaikat) yang menyampaikan (wahyu atau peringatan) sebagai uzur** (*‘udzrā*) **atau peringatan** (*nudzrā*). Ibnu Katsir menerangkan bahwa ini adalah malaikat yang menyampaikan wahyu yang menghilangkan alasan (uzur) bagi manusia untuk tidak beriman, dan sebagai peringatan (nudzrā). Al-Qurthubi menambahkan bahwa wahyu adalah pemutus alasan. Al-Baidhawi menguraikan bahwa *‘udzrā* berarti menghapus alasan, dan *nudzrā* berarti menakut-nakuti dari azab. Al-Alusi menekankan bahwa sumpah ini adalah penegasan kebenaran Hari Kiamat. Hamka dalam Tafsir Al-Azhar menafsirkan ayat ini sebagai fungsi risalah: memberi kabar gembira dan peringatan.