Dan (di samping) buah-buahan dari apa yang mereka inginkan.
Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa "Wa fawākiha mimmā yasytahūn" berarti **Dan (di samping) buah-buahan dari apa yang mereka inginkan** (*mimmā yasytahūn*). Ath-Thabari menerangkan bahwa mereka mendapatkan semua jenis buah-buahan yang mereka inginkan. Al-Qurthubi menambahkan bahwa keinginan mereka terpenuhi dengan sempurna. Al-Baidhawi menguraikan bahwa kenikmatan Surga tidak ada batasnya. Al-Alusi menekankan bahwa ini adalah karunia yang sangat besar. Sayyid Quthb (Fi Zhilal) menafsirkan *mimmā yasytahūn* sebagai pemenuhan hasrat tanpa batas.