IrabQuran.com

ID
Thumbnail Surat Al-Mursalat Ayat 42

Belajar I'rab Al-Qur'an Surat Al-Mursalat Ayat 42

42 Surah Al-Mursalat Ayat 42 ⬇️
وَّفَوَاكِهَ مِمَّا يَشْتَهُوْنَۗ
📘 Cara Baca:
wa fawākiha mimmā yasytahụn
Arti Terjemahan Indonesia:
dan buah-buahan yang mereka sukai.
Klik atau sorot box/kotak di bawah ini untuk mengetahui i'rab al-qur'an per kata
📝 Analisis I'rab Per Kata (Infleksi):
و
dan
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata: 'Aṭf
Kedudukan: Ḥarf 'Aṭf
I'rab & Tanda: Mabnī 'ala al-Fatḥ
Penjelasan: Wāwu al-'Aṭf
Akar Kata: و
فواكه
buah-buahan
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Nakirah, Mudzakkar, Jamak, Majrūr
Kedudukan: Ma'ṭūf
I'rab & Tanda: Majrūr bi al-Fatḥah
Penjelasan: Mamnu' min al-Ṣarf (Sighat Muntahal Jumu')
Akar Kata: ف ك ه
مما
dari apa yang
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata: Jarr
Kedudukan: Ḥarf Jarr
I'rab & Tanda: Mabnī 'ala as-Sukūn
Penjelasan: Min (Huruf Jarr)
Akar Kata: م ن
ما
apa yang
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Ma'rifah (Mawsūl), Mudzakkar, Mufrad, Mabnī
Kedudukan: Isim Majrūr
I'rab & Tanda: Mabnī fī maḥal Jarr
Penjelasan: Isim Mawṣūl
Akar Kata: م ا
يشتهون
mereka inginkan
Fi'il
Kategori: Fi'il
Bentuk Kata: Muḍāri'
Kedudukan: Fi'il Muḍāri'
I'rab & Tanda: Marfū' bi Thubūt al-Nūn
Penjelasan: Af'āl al-Khamsah
Akar Kata: ش ه و
✨ Analisis Balaghah (Retorika) :
Ma'ani - Taʻmīm
Penyebutan **buah-buahan dari apa yang mereka inginkan** adalah *Taʻmīm* (generalisasi) bagi semua kenikmatan makanan.
📘
Tafsir Mu'tabar
Powered by Islamic Sources
Ringkasan Tafsir:

Dan (di samping) buah-buahan dari apa yang mereka inginkan.

Penjelasan Detail:

Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa "Wa fawākiha mimmā yasytahūn" berarti **Dan (di samping) buah-buahan dari apa yang mereka inginkan** (*mimmā yasytahūn*). Ath-Thabari menerangkan bahwa mereka mendapatkan semua jenis buah-buahan yang mereka inginkan. Al-Qurthubi menambahkan bahwa keinginan mereka terpenuhi dengan sempurna. Al-Baidhawi menguraikan bahwa kenikmatan Surga tidak ada batasnya. Al-Alusi menekankan bahwa ini adalah karunia yang sangat besar. Sayyid Quthb (Fi Zhilal) menafsirkan *mimmā yasytahūn* sebagai pemenuhan hasrat tanpa batas.