IrabQuran.com

ID
Thumbnail Surat Al-Mursalat Ayat 37

Belajar I'rab Al-Qur'an Surat Al-Mursalat Ayat 37

37 Surah Al-Mursalat Ayat 37 ⬇️
وَيْلٌ يَّوْمَىِٕذٍ لِّلْمُكَذِّبِيْنَ
📘 Cara Baca:
wailuy yauma`iżil lil-mukażżibīn
Arti Terjemahan Indonesia:
Celakalah pada hari itu, bagi mereka yang mendustakan (kebenaran).
Klik atau sorot box/kotak di bawah ini untuk mengetahui i'rab al-qur'an per kata
📝 Analisis I'rab Per Kata (Infleksi):
ويل
Celakalah
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Nakirah, Mudzakkar, Mufrad, Marfū'
Kedudukan: Mubtada'
I'rab & Tanda: Marfū' bi aḍ-Ḍammah
Penjelasan: Mubtada'
Akar Kata: و ي ل
يوم
pada hari
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Ma'rifah (Idhāfah), Mudzakkar, Mufrad, Manṣūb
Kedudukan: Ẓarf Zamān
I'rab & Tanda: Manṣūb bi al-Fatḥah
Penjelasan: Mudhāf
Akar Kata: ي و م
ئذ
itu
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Ma'rifah, Mufrad, Majrūr
Kedudukan: Mudhāf ilaih
I'rab & Tanda: Majrūr bi al-Kasrah
Penjelasan: Iwaḍ
Akar Kata: إ ذ
لـ
bagi
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata: Jarr
Kedudukan: Ḥarf Jarr
I'rab & Tanda: Mabnī 'ala al-Kasr
Penjelasan: Huruf Jarr
Akar Kata: ل
المكذبin
orang-orang yang mendustakan
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Ma'rifah, Mudzakkar, Jamak, Majrūr
Kedudukan: Isim Majrūr
I'rab & Tanda: Majrūr bi al-Yā'
Penjelasan: Jamak Mudzakkar Sālim
Akar Kata: ك ذ b
✨ Analisis Balaghah (Retorika) :
Ma'ani - Takrīr (Pengulangan) wa Waiʻd
Pengulangan ancaman keenam.
📘
Tafsir Mu'tabar
Powered by Islamic Sources
Ringkasan Tafsir:

Celakalah pada hari itu, bagi orang-orang yang mendustakan.

Penjelasan Detail:

Imam Ath-Thabari menjelaskan bahwa "Wailuy yawma’idzil lil-mukadzdzibīn" adalah pengulangan ancaman keenam: **Celakalah pada hari itu, bagi orang-orang yang mendustakan**. Ibnu Katsir menerangkan bahwa pengulangan ini menyusul hukuman dilarang berbicara. Al-Qurthubi menambahkan bahwa ini adalah hukuman bagi kedustaan lisan mereka. Al-Baidhawi menguraikan bahwa mendustakan adalah akar dari ketidakmampuan bertaubat. Al-Alusi menekankan bahwa azab lisan (dilarang berbicara) adalah setimpal dengan kedustaan lisan. Hamka dalam Tafsir Al-Azhar menafsirkan pengulangan ini sebagai penegasan kebenaran Hari Pembalasan.