Celakalah pada hari itu, bagi orang-orang yang mendustakan.
Imam Ath-Thabari menjelaskan bahwa "Wailuy yawma’idzil lil-mukadzdzibīn" adalah pengulangan ancaman keenam: **Celakalah pada hari itu, bagi orang-orang yang mendustakan**. Ibnu Katsir menerangkan bahwa pengulangan ini menyusul hukuman dilarang berbicara. Al-Qurthubi menambahkan bahwa ini adalah hukuman bagi kedustaan lisan mereka. Al-Baidhawi menguraikan bahwa mendustakan adalah akar dari ketidakmampuan bertaubat. Al-Alusi menekankan bahwa azab lisan (dilarang berbicara) adalah setimpal dengan kedustaan lisan. Hamka dalam Tafsir Al-Azhar menafsirkan pengulangan ini sebagai penegasan kebenaran Hari Pembalasan.