Yang tidak melindungi dari panasnya dan tidak (pula) menahan nyala api.
Imam Ath-Thabari menjelaskan bahwa "Lā ẓalīliw wa lā yughnī minal-lahab" berarti **Yang tidak melindungi dari panasnya dan tidak (pula) menahan nyala api** (*minal-lahab*). Ibnu Katsir menerangkan bahwa asap tersebut tidak memberikan manfaat sedikit pun. Al-Qurthubi menambahkan bahwa *lā ẓalīl* (tidak menaungi) adalah ironi. Al-Baidhawi menguraikan bahwa naungan itu malah menambah penderitaan. Al-Alusi menekankan bahwa mereka tidak mendapatkan pertolongan dari azab. Hamka dalam Tafsir Al-Azhar menafsirkan ayat ini sebagai deskripsi keputusasaan total.