➡️ Mekanisme: Ibdāl & Hadhf
➡️ Bertujuan untuk memperingan dan mempermudah pelafalan kata dalam bahasa Arab tanpa mengubah makna aslinya.
Dan Kami jadikan padanya gunung-gunung yang tinggi, dan Kami beri minum kamu dengan air yang segar.
Imam Ath-Thabari menjelaskan bahwa "Wa ja‘alnā fīhā rawāsiya syāmikhātiw wa asqainākum mā’an furātā" adalah bukti nikmat Allah: **Dan Kami jadikan padanya gunung-gunung yang tinggi** (*rawāsiya syāmikhāt*), **dan Kami beri minum kamu dengan air yang segar** (*mā’an furātā*). Ibnu Katsir menerangkan bahwa gunung adalah penyeimbang, dan air segar adalah sumber kehidupan. Al-Qurthubi menambahkan bahwa *furātā* berarti sangat manis dan mudah diminum. Al-Baidhawi menguraikan bahwa Allah menyediakan air yang sempurna untuk kebutuhan manusia. Al-Alusi menekankan bahwa pemberian air adalah argumen terhadap keraguan kebangkitan. Hamka dalam Tafsir Al-Azhar menafsirkan *mā’an furātā* sebagai penegasan nikmat air bersih yang vital.