IrabQuran.com

ID
Thumbnail Surat Al-Mursalat Ayat 25

Belajar I'rab Al-Qur'an Surat Al-Mursalat Ayat 25

25 Surah Al-Mursalat Ayat 25 ⬇️
اَلَمْ نَجْعَلِ الْاَرْضَ كِفَاتًاۙ
📘 Cara Baca:
a lam naj'alil-arḍa kifātā
Arti Terjemahan Indonesia:
Bukankah Kami jadikan bumi untuk (tempat) berkumpul,
Klik atau sorot box/kotak di bawah ini untuk mengetahui i'rab al-qur'an per kata
📝 Analisis I'rab Per Kata (Infleksi):
أ
Apakah
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata: Istifhām
Kedudukan: Ḥarf Istifhām
I'rab & Tanda: Mabnī 'ala al-Fatḥ
Penjelasan: Hamzah al-Istifhām
Akar Kata: أ
لم
tidak/belum
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata: Jāzimah
Kedudukan: Ḥarf Jazm
I'rab & Tanda: Mabnī 'ala as-Sukūn
Penjelasan: Lam al-Jāzimah
Akar Kata: ل م
نجعل
Kami menjadikan
Fi'il
Kategori: Fi'il
Bentuk Kata: Muḍāri'
Kedudukan: Fi'il Muḍāri' Majzūm
I'rab & Tanda: Majzūm bi as-Sukūn
Penjelasan: Fā'il (naḥnu) mustatir
Akar Kata: ج ع ل
الأرض
bumi
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Ma'rifah
Kedudukan: Maf'ūl Bih Awwal
I'rab & Tanda: Manṣūb bi al-Fatḥah
Penjelasan: Maf'ūl Bih Awwal
Akar Kata: أ ر ض
كفاتا
sebagai tempat berkumpul
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Nakirah
Kedudukan: Maf'ūl Bih Tsānī
I'rab & Tanda: Manṣūb bi al-Fatḥah
Penjelasan: Maf'ūl Bih Tsānī
Akar Kata: ك ف ت
✨ Analisis Balaghah (Retorika) :
Ma'ani - Istifhām Taqrīrī wa Istidlāl
Ayat ini adalah *Istidlāl* yang kembali ke penciptaan bumi. Pertanyaan **أَلَمْ نَجْعَلِ الْأَرْضَ كِفَاتًا (Alam najʻalil-arḍa kifātā/Bukankah Kami telah menjadikan bumi sebagai tempat berkumpul?)** adalah *Istifhām Taqrīrī* (penetapan).
📘
Tafsir Mu'tabar
Powered by Islamic Sources
Ringkasan Tafsir:

Bukankah Kami menjadikan bumi sebagai tempat berkumpul?

Penjelasan Detail:

Imam Ath-Thabari menjelaskan bahwa "Alam naj‘alil-arḍa kifātā" adalah bukti kekuasaan Allah atas bumi: **Bukankah Kami menjadikan bumi sebagai tempat berkumpul** (*kifātā*)? Ibnu Katsir menerangkan bahwa *kifātā* berarti tempat berkumpulnya yang hidup di permukaannya dan yang mati di perutnya. Al-Qurthubi menambahkan bahwa bumi menampung manusia saat hidup dan setelah mati. Al-Baidhawi menguraikan bahwa ini adalah bukti kemampuan Allah untuk mengumpulkan semua yang telah mati. Al-Alusi menekankan bahwa bumi adalah tempat yang disiapkan untuk menampung seluruh manusia. Hamka dalam Tafsir Al-Azhar menafsirkan *kifātā* sebagai tempat menyimpan dan melindungi.