IrabQuran.com

ID
Thumbnail Surat Al-Mursalat Ayat 23

Belajar I'rab Al-Qur'an Surat Al-Mursalat Ayat 23

23 Surah Al-Mursalat Ayat 23 ⬇️
فَقَدَرْنَاۖ فَنِعْمَ الْقٰدِرُوْنَ
📘 Cara Baca:
fa qadarnā fa ni'mal-qādirụn
Arti Terjemahan Indonesia:
lalu Kami tentukan (bentuknya), maka (Kamilah) sebaik-baik yang menentukan.
Klik atau sorot box/kotak di bawah ini untuk mengetahui i'rab al-qur'an per kata
📝 Analisis I'rab Per Kata (Infleksi):
فـ
lalu
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata: 'Aṭf
Kedudukan: Fā' al-'Aṭf
I'rab & Tanda: Mabnī 'ala al-Fatḥ
Penjelasan: Fā' al-'Aṭf
Akar Kata: ف
قدرنا
Kami tentukan
Fi'il
Kategori: Fi'il
Bentuk Kata: Māḍī
Kedudukan: Fi'il
I'rab & Tanda: Mabnī 'ala as-Sukūn
Penjelasan: Nā dhamīr fā'il. Fā'il (nā) sudah melekat pada Fi'il
Akar Kata: ق د ر
فـ
maka
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata: 'Aṭf
Kedudukan: Fā' al-'Aṭf
I'rab & Tanda: Mabnī 'ala al-Fatḥ
Penjelasan: Fā' al-'Aṭf
Akar Kata: ف
نعم
sebaik-baik
Fi'il
Kategori: Fi'il
Bentuk Kata: Māḍī Jamīd
Kedudukan: Fi'il Madḥ
I'rab & Tanda: Mabnī 'ala al-Fatḥ
Penjelasan: Fi'il Madḥ (pujian)
Akar Kata: ن ع م
القادرون
yang menentukan
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Fā'il, Jamak Mudzakar Sālim
Kedudukan: Fā'il
I'rab & Tanda: Marfū' bi al-Wāw
Penjelasan: Fā'il li Ni'ma
Akar Kata: ق د ر
✨ Analisis Balaghah (Retorika) :
Ma'ani - Taʻqīb wa Taʻẓīm
Kalimat **فَنِعْمَ الْقَادِرُونَ (fa niʻmal-qādirūn/Kami adalah sebaik-baik yang menentukan)** adalah *Taʻẓīm* (pengagungan) bagi kesempurnaan kuasa Allah dalam mencipta dan menentukan.
📘
Tafsir Mu'tabar
Powered by Islamic Sources
Ringkasan Tafsir:

Lalu Kami tentukan (bentuknya), maka (Kami-lah) sebaik-baik yang menentukan.

Penjelasan Detail:

Imam Ath-Thabari menjelaskan bahwa "Fa qadarnā fa ni‘mal-qādirūn" berarti **Lalu Kami tentukan (bentuknya), maka (Kami-lah) sebaik-baik yang menentukan** (*ni‘mal-qādirūn*). Ibnu Katsir menerangkan bahwa *qadarnā* berarti Allah menentukan segala bentuk dan sifat janin. *Ni‘mal-qādirūn* adalah penegasan kekuasaan mutlak Allah. Al-Qurthubi menambahkan bahwa Allah adalah penentu dan pencipta terbaik. Al-Baidhawi menguraikan bahwa Allah mampu melakukan apa pun yang Dia kehendaki. Al-Alusi menekankan bahwa ini adalah pembenaran atas klaim kebangkitan. Hamka dalam Tafsir Al-Azhar menafsirkan *ni‘mal-qādirūn* sebagai kesempurnaan tak tertandingi dalam kuasa penciptaan.