Dan mereka mengenakan pakaian sutra halus yang hijau dan sutra tebal dan dihiasi dengan gelang perak, dan Tuhan mereka memberi mereka minuman yang suci.
Imam Ath-Thabari menjelaskan bahwa "Wa ‘alaihim ṡiyābu sundusn khuḍruw wa istabraquw wa ḥullū asāwira min fiḍḍatiw wa saqāhum rabbuhum syarāban ṭahūrā" adalah deskripsi busana dan minuman utama. Pakaian mereka adalah **sundus** (sutra halus berwarna hijau) dan **istabraq** (sutra tebal). Mereka juga dihiasi **gelang perak**.
---
Puncak kenikmatan adalah **saqāhum rabbuhum syarāban ṭahūrā** (Tuhan mereka memberi mereka minuman yang suci). Ibnu Katsir menafsirkan *syarāban ṭahūrā* sebagai minuman yang tidak hanya membersihkan kotoran fisik, tetapi juga **membersihkan hati** dari dengki, iri, dan akhlak buruk yang mungkin tersisa. Ini adalah kenikmatan tertinggi yang diberikan langsung oleh Allah.