Bukankah (Allah yang berbuat demikian) berkuasa (pula) menghidupkan orang mati?
Imam Ath-Thabari menjelaskan bahwa "Alaisa dzālikā bi qādirin ‘alā ay yuḥyiyal-mautā" adalah pertanyaan penutup dan kesimpulan logis dari seluruh surah. **Alaisa dzālikā bi qādirin** (Bukankah Allah yang berbuat demikian berkuasa?) **ay yuḥyiyal-mautā** (menghidupkan orang mati?).
---
Ibnu Katsir menafsirkan bahwa penciptaan manusia dari air mani hingga menjadi sepasang laki-laki dan perempuan adalah bukti nyata bahwa menghidupkan kembali orang yang sudah mati adalah **hal yang lebih mudah** bagi Allah. Surah ditutup dengan penegasan kekuasaan Allah yang mutlak atas kebangkitan.