Sesungguhnya dia telah memikirkan dan menetapkan (apa yang hendak dikatakannya).
Imam **Ibnu Katsir** menjelaskan bahwa "Innahū fakkara wa qaddar" merujuk pada upaya Al-Walid untuk mencari cela dalam Al-Qur’an. **Ath-Thabari** menekankan bahwa ini adalah proses intelektual yang jahat untuk merumuskan tuduhan palsu.
---
**Al-Qurthubi** menafsirkan *qaddar* sebagai menetapkan tuduhan palsu. **Al-Baidhawi** menyatakan ini adalah hasil dari usaha kerasnya menolak kebenaran. **Sayyid Quthb (Fi Zhilal)** melihat ini sebagai konspirasi jahat. **Al-Alusi** mengaitkan *fakkara* dengan pemikiran dan *qaddar* dengan keputusan akhir.