IrabQuran.com

ID
Thumbnail Surat Al-Lahab Ayat 1

Belajar I'rab Al-Qur'an Surat Al-Lahab Ayat 1

1 Surah Al-Lahab Ayat 1 ⬇️
تَبَّتْ يَدَآ اَبِيْ لَهَبٍ وَّتَبَّۗ
📘 Cara Baca:
tabbat yadā abī lahabiw wa tabb
Arti Terjemahan Indonesia:
Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan benar-benar binasa dia!
Klik atau sorot box/kotak di bawah ini untuk mengetahui i'rab al-qur'an per kata
📝 Analisis I'rab Per Kata (Infleksi):
تبت
Binasalah
Fi'il
Kategori: Fi'il
Bentuk Kata: Māḍi, Muannats
Kedudukan: Fi'il Māḍi
I'rab & Tanda: Mabni atas Fathah
Penjelasan: Fi'il Māḍi. Tā' Tā'nits as-Sākinah.
Akar Kata: تَبَّ - يَتِبُّ - تَبَبًا ت ب ب
يدا
kedua tangan
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Mutsanna (Dual)
Kedudukan: Fā'il
I'rab & Tanda: Marfu' dengan Alif
Penjelasan: Fā'il dari تَبَّتْ. Dihapus Nūn-nya karena Muḍāf.
Akar Kata: ي د ي
أبي
Abu
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Mufrad
Kedudukan: Muḍāf Ilaih
I'rab & Tanda: Majrur dengan Yā'
Penjelasan: Muḍāf Ilaih dari يَدَا.
Akar Kata: أ ب و
لهب
Lahab
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Mufrad, Nakirah, Mudzakkar
Kedudukan: Muḍāf Ilaih
I'rab & Tanda: Majrur dengan Kasrah
Penjelasan: Muḍāf Ilaih dari أَبِي.
Akar Kata: ل ه ب
و
dan
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata:
Kedudukan: Ḥarf 'Aṭaf
I'rab & Tanda: Mabni atas Fathah
Penjelasan: Huruf 'Aṭaf.
Akar Kata: و
تب
benar-benar binasa
Fi'il
Kategori: Fi'il
Bentuk Kata: Māḍi
Kedudukan: Fi'il Māḍi
I'rab & Tanda: Mabni atas Fathah
Penjelasan: Fi'il Māḍi sebagai Taukīd.
Akar Kata: ت ب ب
📚 Analisis Struktural Per Kalimat / Frasa :
Tipe Analisis: Kalimat
تَبَّتْ (Binasalah)
Kalimat: Jumlah Fi'liyyah - Fi'il Māḍī. Tā' adalah tanda Ta'nīth.
Tipe Analisis: Frasa
يَدَا أَبِي لَهَبٍ (Kedua tangan Abu Lahab)
Frasa: Idhāfī - YADĀ adalah Fā'il (Subjek) bagi TABBAT (Rafā' dengan alif). ABĪ adalah Mudhaf Ilaih.
Tipe Analisis: Kalimat
وَتَبَّ (Dan binasalah ia)
Kalimat: Jumlah Fi'liyyah - Wāw 'Aṭf. Fi'il Māḍī yang di'aṭafkan pada fi'il sebelumnya. Fā'il (هُوَ) Mustatir.
🔤 Analisis Ilal & Idgham (Morfologi):
Fiil • تَبَّتْ • Shorof
تَبَّتْ berasal dari akar kata ت ب ب. Bentuk aslinya adalah تَبَبَتْ, merupakan Fiil Shahih Mudha'af.

➡️ Mekanisme: N/A

➡️ Bertujuan untuk memperingan dan mempermudah pelafalan kata dalam bahasa Arab tanpa mengubah makna aslinya.

📝 Penjelasan: Idghām (Peleburan): Kata ini adalah Fi'il Ṣaḥīḥ jenis Mudhā'af. Huruf bā' pertama dan kedua dilebur menjadi satu huruf bā' bertasydīd. (Ini adalah kaidah Ṣarf Idghām, bukan I'lāl).
✨ Analisis Balaghah (Retorika) :
Bayan - Majāz Mursal (Juz'iyyah)
Penggunaan kata **يَدَا (yadā/kedua tangan)** adalah Majāz Mursal, di mana bagian (tangan) dimaksudkan untuk keseluruhan (diri/jiwa) Abu Lahab. Tangan merupakan simbol dari upaya, usaha, dan kekuatan untuk melakukan kejahatan.
Ma'ani - Khobar (Pemberitaan)
Kalimat **تَبَّتْ يَدَا أَبِي لَهَبٍ (Tabbat yadā Abī Lahab)** adalah Khobar yang secara *makna* adalah Doa Kebinasaan (Du'ā' 'alaih), tetapi disampaikan sebagai berita pasti (Pasti akan binasa), menunjukkan kepastian janji Allah.
Bayan - Kinayah / Isti'?arah
Nama julukan **أَبِي لَهَبٍ (Abī Lahab/Bapak Api yang Menyala-nyala)** adalah Kinayah atau Isti'?arah yang merujuk pada takdirnya di neraka yang penuh api, dan juga merujuk pada sifatnya yang mudah marah dan berapi-api.
Bayan - Tardīd/Jinas Tām
Pengulangan lafazh **تَبَّ (tabb)** pada akhir ayat berfungsi sebagai *Tardīd* (penegasan) yang memperkuat makna kebinasaan dan kehancuran.
📘
Tafsir Mu'tabar
Powered by Islamic Sources
Ringkasan Tafsir:

Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa. Kutukan terhadap Abu Lahab, paman Nabi yang paling memusuhi Islam, beserta seluruh usahanya yang sia-sia.

Penjelasan Detail:

Imam Ath-Thabari menjelaskan bahwa "tabbat yadaa abi lahabin" merupakan kutukan ilahi terhadap Abu Lahab yang secara harfiah berarti "binasalah kedua tangan Abu Lahab", menunjukkan bahwa segala usaha dan upayanya dalam memerangi Islam akan hancur berantakan. Imam Al-Qurthubi menambahkan bahwa penyebutan "kedua tangan" mengisyaratkan bahwa baik usaha fisik maupun pemikiran yang dilakukannya untuk menghancurkan Islam sama-sama akan gagal total. Ibnu Katsir menerangkan bahwa Abu Lahab adalah satu-satunya musuh Nabi yang disebutkan namanya secara langsung dalam Al-Quran, menunjukkan betapa dahsyatnya permusuhannya. Al-Baidhawi menguraikan bahwa kata "tabbat" mengandung makna kerugian dan kebinasaan yang abadi, baik di dunia maupun di akhirat. Sayyid Quthb menekankan bahwa ayat ini menjadi pelajaran abadi tentang nasib orang-orang yang memusuhi kebenaran dengan segenap kemampuan mereka.