Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima tobat. Perintah untuk bersyukur dan beristighfar setelah mencapai kemenangan.
Imam Ibnu Katsir menerangkan bahwa "fasabbih bihamdi rabbika wastaghfirhu innahu kaana tawwaabaa" mengandung dua perintah penting setelah meraih kemenangan: bertasbih sebagai bentuk syukur dan beristighfar untuk menyempurnakan diri. Al-Qurthubi menambahkan bahwa perintah bertasbih mengajarkan agar tidak terlena dengan kemenangan duniawi, sedangkan istighfar mengingatkan bahwa manusia tetap membutuhkan ampunan Allah. Ath-Thabari menguraikan bahwa "tawwaabaa" berarti Maha Penerima tobat, menunjukkan bahwa Allah senantiasa membuka pintu rahmat bagi hamba-Nya yang bertaubat. Al-Baidhawi menjelaskan bahwa kombinasi tasbih dan istighfar ini mengajarkan keseimbangan antara rasa syukur dan kesadaran akan kekurangan diri. Az-Zamakhsyari menekankan keindahan pesan bahwa di puncak kemenangan sekalipun, seorang muslim harus tetap rendah hati dan bergantung hanya kepada Allah.