IrabQuran.com

ID
Thumbnail Surat An-Nasr Ayat 3

Belajar I'rab Al-Qur'an Surat An-Nasr Ayat 3

3 Surah An-Nasr Ayat 3 ⬇️
فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَاسْتَغْفِرْهُۗ اِنَّهٗ كَانَ تَوَّابًا
📘 Cara Baca:
fa sabbiḥ biḥamdi rabbika wastagfir-h, innahụ kāna tawwābā
Arti Terjemahan Indonesia:
maka bertasbihlah dalam dengan Tuhanmu dan mohonlah ampunan kepada-Nya. Sungguh, Dia Maha Penerima tobat.
Klik atau sorot box/kotak di bawah ini untuk mengetahui i'rab al-qur'an per kata
📝 Analisis I'rab Per Kata (Infleksi):
ف
maka
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata:
Kedudukan: Ḥarf Jazā'
I'rab & Tanda: Mabni atas Fathah
Penjelasan: Huruf Balasan/Akibat.
Akar Kata: ف
سبح
bertasbihlah
Fi'il
Kategori: Fi'il
Bentuk Kata: Amr
Kedudukan: Fi'il Amr
I'rab & Tanda: Majzum dengan Sukun
Penjelasan: Fi'il Amr. Fa'ilnya Dhomir Mustatir (engkau).
Akar Kata: س ب ح
ب
dengan
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata:
Kedudukan: Ḥarf Jarr
I'rab & Tanda: Mabni atas Kasrah
Penjelasan: Huruf Jarr.
Akar Kata: ب
حمد
memuji
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Maṣdar
Kedudukan: Isim Majrūr
I'rab & Tanda: Majrur dengan Kasrah
Penjelasan: Isim Majrur dan Muḍāf.
Akar Kata: ح م د
ربك
Tuhanmu
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Mufrad, Nakirah, Mudzakkar
Kedudukan: Muḍāf Ilaih
I'rab & Tanda: Majrur dengan Kasrah
Penjelasan: Muḍāf Ilaih dari حَمْدِ. Kāf (كَ) Muḍāf Ilaih.
Akar Kata: ر ب ب - ك
و
dan
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata:
Kedudukan: Ḥarf Amr
I'rab & Tanda: Mabni atas Fathah
Penjelasan: Huruf Amr (memerintah).
Akar Kata: و
استغفر
mohon ampunlah kepadaNya
Fi'il
Kategori: Fi'il
Bentuk Kata: Amr
Kedudukan: Fi'il Amr
I'rab & Tanda: Majzum dengan Sukun
Penjelasan: Fi'il Amr. Fa'ilnya Dhomir Mustatir (engkau). Hā' (هُ) adalah Maf'ūl Bih.
Akar Kata: غ ف ر - ه و
انه
sesungguhnya Dia
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata:
Kedudukan: Ḥarf Taukīd
I'rab & Tanda: Mabni atas Fathah
Penjelasan: Ḥarf Taukīd (penekanan). Hā' (هُ) adalah Isim إِنَّ.
Akar Kata: أ ن ن - ه و
كان
adalah
Fi'il
Kategori: Fi'il
Bentuk Kata: Māḍi Nāqiṣ
Kedudukan: Fi'il Māḍi Nāqiṣ
I'rab & Tanda: Mabni atas Fathah
Penjelasan: Fi'il yang menaikkan Mubtada' dan menurunkan Khobar. Isim-nya Dhomir Mustatir (Dia).
Akar Kata: ك و ن
توابا
Maha Penerima Taubat
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Shīghat Mubalaghah
Kedudukan: Khobar Kāna
I'rab & Tanda: Manshub dengan Fathah
Penjelasan: Khobar dari كَانَ.
Akar Kata: ت و ب
📚 Analisis Struktural Per Kalimat / Frasa :
Tipe Analisis: Kalimat
فَسَبِّحْ (Maka bertasbihlah)
Kalimat: Jumlah Fi'liyyah - Fā' al-Faṣīḥah. Sabbiḥ adalah Fi'il Amr. Fā'il (أَنْتَ) Mustatir.
Tipe Analisis: Frasa
بِحَمْدِ رَبِّكَ (Dengan memuji Tuhanmu)
Frasa: Jār Majrūr + Idhāfī - Jār (Bi) + Majrūr (Ḥamdi). Muta'alliq dengan Sabbiḥ. Rabbika adalah Mudhāf Ilaih.
Tipe Analisis: Kalimat
وَاسْتَغْفِرْهُ (Dan mohonlah ampunan kepada-Nya)
Kalimat: Jumlah Fi'liyyah + 'Aṭfī - Wāw 'Aṭf. Istaghfir: Fi'il Amr. Hū: Maf'ūl Bih. Di-'aṭaf'kan pada Sabbiḥ.
Tipe Analisis: Kalimat
إِنَّهُ كَانَ تَوَّابًا (Sesungguhnya Dia Maha Penerima Taubat)
Kalimat: Jumlah Ismiyyah (Tawkil) - Inna + Ismu Inna (Hū). Kāna Tawwāban adalah Khobar Inna (Jumlah Nāqiṣah).
✨ Analisis Balaghah (Retorika) :
Ma'ani - Tarattub wa Irtibāṭ (Urutan Logis)
Ayat ini menghubungkan hasil (kemenangan) dengan kewajiban (perintah). Kata **فَسَبِّحْ (Fa sabbih/Maka bertasbihlah)** menunjukkan bahwa tasbih dan istighfar adalah **konsekuensi logis** (Tarattub) dari datangnya pertolongan dan kemenangan besar. Kemenangan harus diiringi dengan kerendahan hati dan ibadah.
Ma'ani - Amr
Terdapat dua perintah (Amr) langsung yang bersifat wajib: **Tasbīḥ (memuji/mensucikan Allah)** dan **Istighfār (memohon ampun)**. Ini menekankan bahwa di puncak kejayaan pun, manusia harus tetap merasa kurang dan membutuhkan ampunan.
Ma'ani - Ta'līl (Penyebaban)
Kalimat **إِنَّهُ كَانَ تَوَّابًا (innahu kāna tawwābā/sesungguhnya Dia Maha Penerima tobat)** adalah *Ta'līl* (penyebutan sebab) untuk perintah istighfar sebelumnya. Alasan kita diperintahkan memohon ampun adalah karena Allah memiliki sifat yang agung, yaitu Maha Penerima tobat (At-Tawwāb).
📘
Tafsir Mu'tabar
Powered by Islamic Sources
Ringkasan Tafsir:

Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima tobat. Perintah untuk bersyukur dan beristighfar setelah mencapai kemenangan.

Penjelasan Detail:

Imam Ibnu Katsir menerangkan bahwa "fasabbih bihamdi rabbika wastaghfirhu innahu kaana tawwaabaa" mengandung dua perintah penting setelah meraih kemenangan: bertasbih sebagai bentuk syukur dan beristighfar untuk menyempurnakan diri. Al-Qurthubi menambahkan bahwa perintah bertasbih mengajarkan agar tidak terlena dengan kemenangan duniawi, sedangkan istighfar mengingatkan bahwa manusia tetap membutuhkan ampunan Allah. Ath-Thabari menguraikan bahwa "tawwaabaa" berarti Maha Penerima tobat, menunjukkan bahwa Allah senantiasa membuka pintu rahmat bagi hamba-Nya yang bertaubat. Al-Baidhawi menjelaskan bahwa kombinasi tasbih dan istighfar ini mengajarkan keseimbangan antara rasa syukur dan kesadaran akan kekurangan diri. Az-Zamakhsyari menekankan keindahan pesan bahwa di puncak kemenangan sekalipun, seorang muslim harus tetap rendah hati dan bergantung hanya kepada Allah.