IrabQuran.com

ID
Thumbnail Surat Al-Kausar Ayat 3

Belajar I'rab Al-Qur'an Surat Al-Kausar Ayat 3

3 Surah Al-Kausar Ayat 3 โฌ‡๏ธ
ุงูู†ู‘ูŽ ุดูŽุงู†ูุฆูŽูƒูŽ ู‡ููˆูŽ ุงู„ู’ุงูŽุจู’ุชูŽุฑู
๐Ÿ“˜ Cara Baca:
inna syฤni`aka huwal-abtar
Arti Terjemahan Indonesia:
Sungguh, orang-orang yang membencimu dialah yang terputus (dari rahmat Allah).
Analisis I'rab untuk ayat ini belum tersedia.
๐Ÿ“š Analisis Struktural Per Kalimat / Frasa :
Tipe Analisis: Frasa
ุฅูู†ู‘ูŽ ุดูŽุงู†ูุฆูŽูƒูŽ (Sesungguhnya orang yang membencimu)
Frasa: Idhฤfฤซ - Inna: Harf Tawkil. Shฤni'a adalah Ismu Inna (Mansลซb). Kฤ adalah Mudhฤf Ilaih.
Tipe Analisis: Kata
ู‡ููˆูŽ (Dia)
Tipe Analisis: Kata
ุงู„ู’ุฃูŽุจู’ุชูŽุฑู (Dialah yang terputus)
โœจ Analisis Balaghah (Retorika) :
Ma'ani - Taukฤซd
Ayat dibuka kembali dengan **ุฅูู†ู‘ูŽ (Inna/Sesungguhnya)** dan diperkuat dengan **ู‡ููˆูŽ (huwa/dialah)**. Ini adalah Taukฤซd yang sangat kuat untuk memastikan kebenaran dan kepastian janji Allah mengenai nasib musuh Nabi.
Bayan - Tadhyฤซl
Ayat ini merupakan *Tadhyฤซl* (penutup) yang berfungsi sebagai penegasan dari seluruh pesan surat. Kalimat ini membalas ejekan kaum kafir yang menyebut Nabi **"al-Abtar"** (terputus/tidak memiliki keturunan) dengan membalikkan kenyataan tersebut kepada diri si pencela itu sendiri.
Bayan - Kinayah
Kata **ุงู„ู’ุฃูŽุจู’ุชูŽุฑู (al-Abtar)** adalah Kinayah (ungkapan tidak langsung) tentang orang yang terputus dari segala kebaikan, kemuliaan, dan rahmat Allah di dunia maupun di akhirat, bukan sekadar terputus keturunan.
๐Ÿ“˜
Tafsir Mu'tabar
Powered by Islamic Sources
Ringkasan Tafsir:

Sesungguhnya orang-orang yang membencimu dialah yang terputus. Janji bahwa justru musuh-musuh Rasulullah-lah yang akan mengalami keterputusan dan kehinaan.

Penjelasan Detail:

Imam Ibnu Katsir menerangkan bahwa "inna shani-aka huwal abtar" merupakan bantahan langsung terhadap ejekan orang musyrik yang menyebut Rasulullah terputus keturunannya. Al-Qurthubi menambahkan bahwa "abtar" berarti terputus dari semua kebaikan, baik di dunia maupun di akhirat. Ath-Thabari menguraikan bahwa musuh-musuh Islam-lah yang sebenarnya terputus dari rahmat Allah, keberkahan hidup, dan kenangan baik di kemudian hari. Al-Baidhawi menjelaskan bahwa sejarah membuktikan keturunan musuh-musuh Islam punah dilupakan, sementara keturunan spiritual Rasulullah terus bertambah hingga akhir zaman. Az-Zamakhsyari menekankan keindahan penutupan surah yang memberikan keyakinan tentang kemenangan akhir bagi orang-orang yang beriman.