Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan rumah ini (Ka'bah). Seruan untuk mensyukuri nikmat dengan menyembah Allah, Pemilik Ka'bah yang telah memberikan mereka kemuliaan.
Imam Ibnu Katsir menerangkan bahwa "fal ya'buduu rabba haadzal bait" merupakan konsekuensi logis dari semua nikmat yang telah diberikan kepada orang Quraisy. Al-Qurthubi menambahkan bahwa "rabba haadzal bait" berarti Tuhan Pemilik dan Penguasa Ka'bah, yang telah menjadikan Mekah sebagai tanah haram yang aman. Ath-Thabari menguraikan bahwa penyembahan kepada Tuhan Ka'bah ini harus murni, tidak seperti penyembahan nenek moyang mereka yang masih tercampur syirik. Al-Baidhawi menjelaskan bahwa kemakmuran ekonomi dan keamanan yang mereka nikmati seharusnya mengantarkan mereka pada pengakuan tauhid. Az-Zamakhsyari menekankan bahwa rumah (Ka'bah) tidak akan berarti tanpa Pemiliknya yang sejati.