IrabQuran.com

ID
Thumbnail Surat At-Takasur Ayat 3

Belajar I'rab Al-Qur'an Surat At-Takasur Ayat 3

3 Surah At-Takasur Ayat 3 ⬇️
كَلَّا سَوْفَ تَعْلَمُوْنَۙ
📘 Cara Baca:
kallā saufa ta'lamụn
Arti Terjemahan Indonesia:
Sekali-kali tidak! Kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu),
Klik atau sorot box/kotak di bawah ini untuk mengetahui i'rab al-qur'an per kata
📝 Analisis I'rab Per Kata (Infleksi):
كلا
Sekali-kali tidak
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata:
Kedudukan: Ḥarf Radd wa Zajar
I'rab & Tanda: Mabni atas Sukun
Penjelasan: Huruf Penolakan dan Pencegahan.
Akar Kata: ك ل ل
سوف
kelak
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata:
Kedudukan: Ḥarf Tanafus
I'rab & Tanda: Mabni atas Fathah
Penjelasan: Huruf untuk menunjukkan waktu yang akan datang.
Akar Kata: س و ف
تعلمون
kalian akan mengetahui
Fi'il
Kategori: Fi'il
Bentuk Kata: Muḍāri'
Kedudukan: Fi'il Muḍāri'
I'rab & Tanda: Marfu' dengan Nūn
Penjelasan: Fi'il Muḍāri'. Wāwu (و) adalah Fā'il.
Akar Kata: عَلِمَ - يَعْلَمُ - عِلْمًا ع ل م
📚 Analisis Struktural Per Kalimat / Frasa :
Tipe Analisis: Kata
كَلَّا (Sekali-kali tidak)
Tipe Analisis: Kalimat
سَوْفَ تَعْلَمُونَ (Kelak kamu akan mengetahui)
Kalimat: Jumlah Fi'liyyah - Sawfa Harf Taswīf. Ta'lamūna: Fi'il Muḍāri' + Fā'il.
✨ Analisis Balaghah (Retorika) :
Ma'ani - Rad'un wa Zajar
Kata **كَلَّا (Kallā/Sekali-kali tidak!)** adalah *Rad'un wa Zajar* (penolakan tegas dan hardikan) terhadap perilaku melalaikan diri hingga mati.
Ma'ani - Sīn li at-Takhwīf
Penggunaan huruf **سَوْفَ (saufa/kelak)** pada **سَوْفَ تَعْلَمُونَ (saufa ta'lamūn)** menunjukkan janji (ancaman) yang pasti terjadi di masa depan (akhirat), bertujuan *Takhwīf* (menakut-nakuti) dan peringatan.
📘
Tafsir Mu'tabar
Powered by Islamic Sources
Ringkasan Tafsir:

Sekali-kali tidak! Kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu). Penegasan bahwa manusia pasti akan menyadari kesalahannya, meski terlambat.

Penjelasan Detail:

Imam Ibnu Katsir menerangkan bahwa "kalla sawfa ta'lamuun" merupakan penegasan keras bahwa manusia akan mengetahui akibat dari kelalaian mereka. Al-Qurthubi menambahkan bahwa pengetahuan ini bisa terjadi di dunia melalui musibah, atau di akhirat melalui siksaan. Ath-Thabari menguraikan bahwa pengetahun di sini berarti pengalaman langsung yang menyakitkan. Al-Baidhawi menjelaskan bahwa ini adalah ancaman sekaligus peringatan terakhir. Az-Zamakhsyari menekankan bahwa penyesalan di akhirat tidak ada gunanya lagi.