IrabQuran.com

ID
Thumbnail Surat Al-Qari'ah Ayat 7

Belajar I'rab Al-Qur'an Surat Al-Qari'ah Ayat 7

7 Surah Al-Qari'ah Ayat 7 ⬇️
فَهُوَ فِيْ عِيْشَةٍ رَّاضِيَةٍۗ
📘 Cara Baca:
fa huwa fī 'īsyatir rāḍiyah
Arti Terjemahan Indonesia:
maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan (senang).
Klik atau sorot box/kotak di bawah ini untuk mengetahui i'rab al-qur'an per kata
📝 Analisis I'rab Per Kata (Infleksi):
ف
maka
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata:
Kedudukan: Ḥarf Jazā'
I'rab & Tanda: Mabni atas Fathah
Penjelasan: Huruf Balasan (Jawaban dari Syarat).
Akar Kata: ف
هو
dia
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Dhomir Munfashil
Kedudukan: Mubtada'
I'rab & Tanda: Mabni atas Fathah
Penjelasan: Dhomir Munfashil sebagai Mubtada'.
Akar Kata: ه و
في
dalam
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata:
Kedudukan: Ḥarf Jarr
I'rab & Tanda: Mabni atas Sukun
Penjelasan: Huruf Jarr.
Akar Kata: ف
عيشة
kehidupan
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Mufrad, Nakirah, Muannats
Kedudukan: Isim Majrūr
I'rab & Tanda: Majrur dengan Kasrah
Penjelasan: Isim Majrūr. Jār Majrūr adalah Khobar dari هُوَ.
Akar Kata: ع ي ش
راضية
yang menyenangkan
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Isim Fā'il, Muannats
Kedudukan: Na'at (Sifat)
I'rab & Tanda: Majrur dengan Kasrah
Penjelasan: Sifat bagi عِيشَةٍ.
Akar Kata: ر ض و
📚 Analisis Struktural Per Kalimat / Frasa :
Tipe Analisis: Kalimat
فَهُوَ (Maka dia)
Kalimat: Jumlah Ismiyyah - Fā' Jawāb Ammā. Huwa: Mubtada'.
Tipe Analisis: Frasa
فِي عِيشَةٍ رَاضِيَةٍ (Berada dalam kehidupan yang memuaskan)
Frasa: Jār Majrūr + Waṣfī - Fī 'Īshatin: Khobar Huwa. Rāḍiyatin: Na't bagi 'Īshatin.
✨ Analisis Balaghah (Retorika) :
Bayan - Ijaz Ḥadzaf
Kata رَّاضِيَةٍ (rāḍiyah/yang memuaskan) adalah *Ijaz* (keringkasan) karena kata sifat digunakan untuk kata benda. Artinya, kehidupan itu tidak hanya diridhai (dirasai puas) oleh pemiliknya, tetapi juga secara intrinsik memuaskan dan menyenangkan.
📘
Tafsir Mu'tabar
Powered by Islamic Sources
Ringkasan Tafsir:

Maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan. Janji tentang kenikmatan surga bagi orang yang beriman dan beramal shaleh.

Penjelasan Detail:

Imam Ath-Thabari memaparkan bahwa "fahuwa fii -iishatir raadliyah" merupakan janji kehidupan yang sangat menyenangkan dan memuaskan di surga. Al-Qurthubi menambahkan bahwa "-iishatir raadliyah" berarti kehidupan yang penuh keridhaan, baik dari Allah maupun dari penghuni surga. Ibnu Katsir menguraikan bahwa ini adalah puncak kebahagiaan dimana tidak ada lagi kesusahan dan penyesalan. Al-Alusi menjelaskan bahwa keridhaan mencakup kepuasan batin dan kenikmatan fisik. Sayyid Quthb menekankan bahwa inilah tujuan akhir perjuangan manusia di dunia.