IrabQuran.com

ID
Thumbnail Surat Al-'Alaq Ayat 15

Belajar I'rab Al-Qur'an Surat Al-'Alaq Ayat 15

15 Surah Al-'Alaq Ayat 15 ⬇️
كَلَّا لَىِٕنْ لَّمْ يَنْتَهِ ەۙ لَنَسْفَعًاۢ بِالنَّاصِيَةِۙ
📘 Cara Baca:
kallā la`il lam yantahi lanasfa'am bin-nāṣiyah
Arti Terjemahan Indonesia:
Sekali-kali tidak! Sungguh, jika dia tidak berhenti (berbuat demikian) niscaya Kami tarik ubun-ubunnya, (ke dalam neraka),
Klik atau sorot box/kotak di bawah ini untuk mengetahui i'rab al-qur'an per kata
📝 Analisis I'rab Per Kata (Infleksi):
كلا
Sekali-kali tidak
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata:
Kedudukan: Ḥarf Radd wa Zajar
I'rab & Tanda: Mabni atas Sukun
Penjelasan: Huruf Penolakan dan Pencegahan.
Akar Kata: ك ل ل
لئن
sungguh jika
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata:
Kedudukan: Lām al-Qasam dan Ḥarf Syarṭ
I'rab & Tanda: Mabni atas Fathah
Penjelasan: Lām Sumpah dan In (jika) Syarat.
Akar Kata: ل أ ن
لم
tidak
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata:
Kedudukan: Ḥarf Nafy wa Jazm
I'rab & Tanda: Mabni atas Sukun
Penjelasan: Huruf peniadaan dan penjazm.
Akar Kata: ل م م
ينته
ia berhenti
Fi'il
Kategori: Fi'il
Bentuk Kata: Muḍāri'
Kedudukan: Fi'il Syarṭ
I'rab & Tanda: Majzum dengan membuang huruf 'Illah
Penjelasan: Fi'il Syarat. Fa'ilnya Dhomir Mustatir (Dia).
Akar Kata: ن ه ي
ل
sungguh Kami akan menyeret
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata:
Kedudukan: Lām al-Qasam
I'rab & Tanda: Mabni atas Fathah
Penjelasan: Lām Jawāb al-Qasam.
Akar Kata: ل
نسفعا
Kami akan menyeret
Fi'il
Kategori: Fi'il
Bentuk Kata: Muḍāri'
Kedudukan: Fi'il Taukīd
I'rab & Tanda: Mabni atas Fathah
Penjelasan: Fi'il Muḍāri' yang dilekatkan dengan Nūn Taukīd Khafīfah. Nūn (نَ) Fā'il.
Akar Kata: س ف ع
ب
ubun-ubun
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata:
Kedudukan: Ḥarf Jarr
I'rab & Tanda: Mabni atas Kasrah
Penjelasan: Huruf Jarr.
Akar Kata: ب
الناصية
ubun-ubun
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Mufrad, Ma'rifat, Muannats
Kedudukan: Isim Majrūr
I'rab & Tanda: Majrur dengan Kasrah
Penjelasan: Isim Majrūr.
Akar Kata: ن ص ي
🔤 Analisis Ilal & Idgham (Morfologi):
Fiil • يَنتَهِ • Nahwu
يَنتَهِ berasal dari akar kata ن ه ي. Bentuk aslinya adalah يَنْتَهِي, merupakan Fiil Naqish Yā'iy.

➡️ Mekanisme: Hadhf

➡️ Bertujuan untuk memperingan dan mempermudah pelafalan kata dalam bahasa Arab tanpa mengubah makna aslinya.

📝 Penjelasan: Hadhf Huruf 'Illah: Fi'il Muḍāri' Naqish. Huruf yā' (ي) dihapus karena *Jazm* (oleh لَمْ) $\rightarrow$ **يَنتَهِ**. Perubahan Nahwu.
✨ Analisis Balaghah (Retorika) :
Ma'ani - Radʻun wa Zajar
Kata **كَلَّا (Kallā)** digunakan kembali untuk hardikan keras.
Ma'ani - Taukīd bil Qasam
Ayat ini mengandung *Taukīd bil Qasam* (penegasan dengan sumpah) yang sangat kuat (**لَئِنْ لَمْ يَنْتَهِ** dan **لَنَسْفَعًا**), menjamin kepastian hukuman jika si pelarang tidak berhenti.
Bayan - Kinayah
Ancaman **لَنَسْفَعًا بِالنَّاصِيَةِ (lanasfaʻan bin-nāṣiyah/Kami tarik ubun-ubunnya)** adalah *Kinayah* tentang kehinaan dan penguasaan total atas orang tersebut, karena ubun-ubun adalah simbol kehormatan.
📘
Tafsir Mu'tabar
Powered by Islamic Sources
Ringkasan Tafsir:

Ketahuilah! Sungguh jika dia tidak berhenti, niscaya Kami tarik ubun-ubunnya (ke neraka). Ancaman keras terhadap Abu Jahal jika tidak menghentikan perbuatannya.

Penjelasan Detail:

Imam Ath-Thabari menjelaskan bahwa "Lain lam yantahi" (sungguh jika dia tidak berhenti) adalah ancaman akan hukuman. "Nalaasfa'an binnaashiyah" (Kami tarik ubun-ubunnya) adalah gambaran **penghinaan dan penyeretan** ke neraka, karena ubun-ubun adalah bagian kepala yang sering dipegang oleh pemimpin. Ibnu Katsir menerangkan bahwa ubun-ubun adalah pusat kendali dan keangkuhan. Al-Qurthubi menambahkan bahwa hukuman ini menunjukkan kehinaan yang akan dialami oleh si sombong.