➡️ Mekanisme: Ibdāl
➡️ Bertujuan untuk memperingan dan mempermudah pelafalan kata dalam bahasa Arab tanpa mengubah makna aslinya.
Dan demi malam apabila telah sunyi. Sumpah dengan waktu malam yang tenang, kontras dengan dhuha, untuk menegaskan ketetapan Allah yang tidak berubah.
Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa "Wal laili idzaa sajaa" adalah sumpah dengan **malam yang tenang** atau sunyi, ketika kegelapan telah menutupi bumi dan segala sesuatu diam. Ath-Thabari menerangkan bahwa sumpah dengan malam yang sunyi ini dimaksudkan untuk membantah anggapan orang kafir bahwa Allah telah meninggalkan Nabi ﷺ. Al-Qurthubi menambahkan bahwa kontras antara terang Dhuha dan sunyi malam melambangkan pergantian kondisi. Al-Baidhawi menguraikan bahwa malam yang sunyi adalah waktu istirahat dan ketenangan yang juga merupakan nikmat Allah. Hamka dalam Tafsir Al-Azhar menafsirkan sumpah ini untuk menekankan bahwa baik siang maupun malam berada dalam kendali Allah.