IrabQuran.com

ID
Thumbnail Surat Ad-Duha Ayat 2

Belajar I'rab Al-Qur'an Surat Ad-Duha Ayat 2

2 Surah Ad-Duha Ayat 2 ⬇️
وَالَّيْلِ اِذَا سَجٰىۙ
📘 Cara Baca:
wal-laili iżā sajā
Arti Terjemahan Indonesia:
dan demi malam apabila telah sunyi,
Klik atau sorot box/kotak di bawah ini untuk mengetahui i'rab al-qur'an per kata
📝 Analisis I'rab Per Kata (Infleksi):
و
dan
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata:
Kedudukan: Ḥarf 'Aṭaf
I'rab & Tanda: Mabni atas Fathah
Penjelasan: Huruf 'Aṭaf.
Akar Kata: و
الليل
waktu malam
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Mufrad, Ma'rifat, Mudzakkar
Kedudukan: Ma'ṭūf
I'rab & Tanda: Majrur dengan Kasrah
Penjelasan: Di-Aṭaf-kan kepada ٱلضُّحَىٰ.
Akar Kata: ل ي ل
اذا
apabila
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Ẓarf Zamān
Kedudukan: Maf'ūl Fīh / Syarṭ
I'rab & Tanda: Mabni atas Sukun
Penjelasan: Keterangan waktu.
Akar Kata: أ و ذ
سجى
telah sunyi
Fi'il
Kategori: Fi'il
Bentuk Kata: Māḍi
Kedudukan: Fi'il Syarṭ
I'rab & Tanda: Mabni atas Fathah Muqaddarah
Penjelasan: Fi'il Syarat. Fa'ilnya Dhomir Mustatir (Dia/Malam).
Akar Kata: س ج و
📚 Analisis Struktural Per Kalimat / Frasa :
Tipe Analisis: Kata
وَاللَّيْلِ (Dan demi malam)
Frasa: Wāw 'Aṭf [Waw Penggabungan] + Ism - Ma'ṭūf [diikuti/digabungkan] pada Aḍ-Ḍuḥā.
Tipe Analisis: Kalimat
إِذَا سَجَىٰ (Apabila telah sunyi)
Kalimat: Ẓarf Zamān [Keterangan Waktu] + Jumlah Fi'liyyah - Muta'alliq [terkait] dengan Fi'il Qasam yang Muqaddar [Keterangan].
🔤 Analisis Ilal & Idgham (Morfologi):
Fiil • سَجَى • Shorof
سَجَى berasal dari akar kata س ج و. Bentuk aslinya adalah سَجَوَ, merupakan Fiil Naqish Wāwiy.

➡️ Mekanisme: Ibdāl

➡️ Bertujuan untuk memperingan dan mempermudah pelafalan kata dalam bahasa Arab tanpa mengubah makna aslinya.

📝 Penjelasan: Ibdāl: Huruf wāw (و) di akhir kata kerja diubah menjadi alif (ا) karena didahului fathah.
✨ Analisis Balaghah (Retorika) :
Badi' - Ṭibāq (Muqābalah)
Sumpah kedua (**وَاللَّيْلِ إِذَا سَجَى / Wal-laili idzā sajā**) berlawanan (*Ṭibāq*) sempurna dengan Ayat 1: **Ḍuḥā (siang/terang)** vs **Lail (malam/gelap)**. Kontras ini melambangkan pergantian suasana hati Nabi SAW dari terang (wahyu) ke gelap (terputusnya wahyu).
📘
Tafsir Mu'tabar
Powered by Islamic Sources
Ringkasan Tafsir:

Dan demi malam apabila telah sunyi. Sumpah dengan waktu malam yang tenang, kontras dengan dhuha, untuk menegaskan ketetapan Allah yang tidak berubah.

Penjelasan Detail:

Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa "Wal laili idzaa sajaa" adalah sumpah dengan **malam yang tenang** atau sunyi, ketika kegelapan telah menutupi bumi dan segala sesuatu diam. Ath-Thabari menerangkan bahwa sumpah dengan malam yang sunyi ini dimaksudkan untuk membantah anggapan orang kafir bahwa Allah telah meninggalkan Nabi ﷺ. Al-Qurthubi menambahkan bahwa kontras antara terang Dhuha dan sunyi malam melambangkan pergantian kondisi. Al-Baidhawi menguraikan bahwa malam yang sunyi adalah waktu istirahat dan ketenangan yang juga merupakan nikmat Allah. Hamka dalam Tafsir Al-Azhar menafsirkan sumpah ini untuk menekankan bahwa baik siang maupun malam berada dalam kendali Allah.