Aku benar-benar bersumpah dengan kota ini (Makkah). Sumpah Allah dengan Kota Makkah yang mulia sebagai tempat lahirnya Nabi Muhammad ﷺ dan pusat risalah.
Imam Ath-Thabari menjelaskan bahwa "Laa uqsimu bihaadzal balad" adalah sumpah Allah dengan **Kota Makkah** (*Al-Balad*). Kata "Laa" di sini berfungsi sebagai penegasan atau sumpah yang kuat (*ziyadah li taukid*). Ibnu Katsir menerangkan bahwa Allah bersumpah dengan Makkah karena kemuliaan dan kesuciannya. Al-Qurthubi menambahkan bahwa sumpah ini adalah bentuk pengagungan terhadap kota di mana Ka’bah berada. Al-Baidhawi menguraikan bahwa sumpah dengan Makkah adalah fondasi untuk mengungkapkan betapa sulitnya perjuangan manusia dalam hidup. Al-Alusi menekankan bahwa sumpah ini juga berfungsi menghibur Nabi ﷺ dari penderitaan yang dialaminya di kota itu. Hamka dalam Tafsir Al-Azhar menafsirkan Makkah sebagai pusat agama dan peradaban.