IrabQuran.com

ID
Thumbnail Surat Al-Fajr Ayat 4

Belajar I'rab Al-Qur'an Surat Al-Fajr Ayat 4

4 Surah Al-Fajr Ayat 4 ⬇️
وَالَّيْلِ اِذَا يَسْرِۚ
📘 Cara Baca:
wal-laili iżā yasr
Arti Terjemahan Indonesia:
demi malam apabila berlalu.
Klik atau sorot box/kotak di bawah ini untuk mengetahui i'rab al-qur'an per kata
📝 Analisis I'rab Per Kata (Infleksi):
و
dan
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata: N/A
Kedudukan: Ḥarf 'Aṭaf
I'rab & Tanda: Mabni atas Fathah
Penjelasan: Huruf 'Aṭaf.
Akar Kata: و
الليل
malam
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Mufrad
Kedudukan: Ma'ṭūf
I'rab & Tanda: Majrur dengan Kasrah
Penjelasan: Di-Aṭaf-kan kepada وَٱلْفَجْرِ.
Akar Kata: ل ي ل
اذا
apabila
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Ẓarf Zamān
Kedudukan: Maf'ūl Fīh / Syarṭ
I'rab & Tanda: Mabni atas Sukun
Penjelasan: Keterangan waktu.
Akar Kata: أ و ذ
يسر
berlalu
Fi'il
Kategori: Fi'il
Bentuk Kata: Muḍāri'
Kedudukan: Fi'il Syarṭ
I'rab & Tanda: Majzum dengan membuang Ḥarf Illah
Penjelasan: Fi'il Syarat.
Akar Kata: س ر ي
🔤 Analisis Ilal & Idgham (Morfologi):
Fiil • يَسْرِ • Nahwu
يَسْرِ berasal dari akar kata س ر ي. Bentuk aslinya adalah يَسْرِيُ, merupakan Fiil Naqish Yā'iy.

➡️ Mekanisme: Hadhf

➡️ Bertujuan untuk memperingan dan mempermudah pelafalan kata dalam bahasa Arab tanpa mengubah makna aslinya.

📝 Penjelasan: Hadhf Huruf 'Illah: Fi'il Muḍāri' *Naqish* dihapus yā'-nya sebagai tanda Jazm (walaupun di sini konteksnya Sumpah, mengikuti kaidah Jazm Nahwu/Qirā'āt).
✨ Analisis Balaghah (Retorika) :
Badi' - Munasabah
Sumpah keempat (**وَاللَّيْلِ إِذَا يَسْرِ / Wal-laili idzā yasr**) berhubungan (*Munasabah*) dengan fajar (Ayat 1), karena fajar adalah akhir dari malam yang berlalu. Ini menguatkan tema pergantian dan kepastian waktu.
📘
Tafsir Mu'tabar
Powered by Islamic Sources
Ringkasan Tafsir:

Dan demi malam apabila berlalu. Sumpah dengan malam ketika ia bergerak menuju akhir dan kegelapan menghilang.

Penjelasan Detail:

Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa "Wal Laili idzā Yasr" adalah sumpah dengan **malam ketika ia berlalu** atau berjalan (*yasr*), yang menunjukkan gerakan waktu yang konstan. Ath-Thabari menerangkan bahwa ini adalah sumpah atas berlalunya malam, yang diikuti oleh datangnya hari kiamat. Al-Qurthubi menambahkan bahwa sumpah ini mengingatkan manusia akan singkatnya waktu dunia. Al-Baidhawi menguraikan bahwa berlalunya malam adalah bukti kekuasaan Allah yang mengatur waktu secara teratur. Al-Alusi menekankan bahwa sumpah ini menyempurnakan rangkaian sumpah waktu yang agung. Sayyid Quthb (Fi Zhilal) menafsirkan berlalunya malam sebagai metafora berakhirnya kezaliman dan datangnya kebenaran.