Dan gunung-gunung pun dijalankan, maka ia menjadi fatamorgana.
Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa "Wa suyyiratil-jibālu fa kānat sarābā" berarti **Dan gunung-gunung pun dijalankan, maka ia menjadi fatamorgana** (*sarābā*). Ath-Thabari menerangkan bahwa *suyyiratil-jibālu* berarti gunung diangkat dari tempatnya, dan *sarābā* berarti hancur dan lenyap seperti fatamorgana. Al-Qurthubi menambahkan bahwa gunung yang kukuh (ayat 7) pun tidak dapat bertahan. Al-Baidhawi menguraikan bahwa ini menunjukkan betapa dahsyatnya Kiamat. Al-Alusi menekankan bahwa benda terberat di bumi akan lenyap. Sayyid Quthb (Fi Zhilal) menafsirkan *sarābā* sebagai penegasan bahwa semua realitas fisik akan berakhir.