IrabQuran.com

ID
Thumbnail Surat An-Naba Ayat 20

Belajar I'rab Al-Qur'an Surat An-Naba Ayat 20

20 Surah An-Naba Ayat 20 ⬇️
وَّسُيِّرَتِ الْجِبَالُ فَكَانَتْ سَرَابًاۗ
📘 Cara Baca:
wa suyyiratil-jibālu fa kānat sarābā
Arti Terjemahan Indonesia:
dan gunung-gunung pun dijalankan sehingga menjadi fatamorgana.
Klik atau sorot box/kotak di bawah ini untuk mengetahui i'rab al-qur'an per kata
📝 Analisis I'rab Per Kata (Infleksi):
وسيرت
Dan dijalankanlah
Fi'il
Kategori: Fi'il
Bentuk Kata: Māḍi Majhūl
Kedudukan: Ma'ṭūf
I'rab & Tanda: Mabni atas Fathah
Penjelasan: Wawu 'Aṭaf. Tā' (تِ) Tā'u Ta'nīts.
Akar Kata: س ي ر
الجبال
gunung-gunung
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Jamak Taksir
Kedudukan: Nā'ibul Fā'il
I'rab & Tanda: Marfu' dengan Dhommah
Penjelasan: Nā'ibul Fā'il dari وَسُيِّرَتِ.
Akar Kata: ج ب ل
فكانت
maka jadilah ia
Fi'il
Kategori: Fi'il
Bentuk Kata: Māḍi Nāqiṣ
Kedudukan: Ma'ṭūf
I'rab & Tanda: Mabni atas Fathah
Penjelasan: Fā' 'Aṭaf. Tā' (تْ) Tā'u Ta'nīts. Isim Kāna Dhomir Mustatir.
Akar Kata: ك و ن
سرابا
fatamorgana
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Mufrad, Nakirah
Kedudukan: Khobar كَانَتْ
I'rab & Tanda: Manshub dengan Fathah
Penjelasan: Khobar dari كَانَتْ.
Akar Kata: س ر ب
✨ Analisis Balaghah (Retorika) :
Bayan - Tasybīh
Gunung-gunung yang kokoh diserupakan dengan **fatamorgana (sarābā)** setelah dihancurkan, *Tasybīh* tentang kehancuran total materi yang paling keras.
📘
Tafsir Mu'tabar
Powered by Islamic Sources
Ringkasan Tafsir:

Dan gunung-gunung pun dijalankan, maka ia menjadi fatamorgana.

Penjelasan Detail:

Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa "Wa suyyiratil-jibālu fa kānat sarābā" berarti **Dan gunung-gunung pun dijalankan, maka ia menjadi fatamorgana** (*sarābā*). Ath-Thabari menerangkan bahwa *suyyiratil-jibālu* berarti gunung diangkat dari tempatnya, dan *sarābā* berarti hancur dan lenyap seperti fatamorgana. Al-Qurthubi menambahkan bahwa gunung yang kukuh (ayat 7) pun tidak dapat bertahan. Al-Baidhawi menguraikan bahwa ini menunjukkan betapa dahsyatnya Kiamat. Al-Alusi menekankan bahwa benda terberat di bumi akan lenyap. Sayyid Quthb (Fi Zhilal) menafsirkan *sarābā* sebagai penegasan bahwa semua realitas fisik akan berakhir.