IrabQuran.com

ID
Thumbnail Surat Al-Mursalat Ayat 26

Belajar I'rab Al-Qur'an Surat Al-Mursalat Ayat 26

26 Surah Al-Mursalat Ayat 26 ⬇️
اَحْيَاۤءً وَّاَمْوَاتًاۙ
📘 Cara Baca:
aḥyā`aw wa amwātā
Arti Terjemahan Indonesia:
bagi yang masih hidup dan yang sudah mati?
Klik atau sorot box/kotak di bawah ini untuk mengetahui i'rab al-qur'an per kata
📝 Analisis I'rab Per Kata (Infleksi):
أحياء
orang-orang hidup
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Nakirah, Jamak
Kedudukan: Hāl / Ma'ṭūf Maḥdzūf
I'rab & Tanda: Manṣūb bi al-Fatḥah
Penjelasan: Manṣūb bi al-Fatḥah
Akar Kata: ح ي ي
و
dan
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata: 'Aṭf
Kedudukan: Ḥarf 'Aṭf
I'rab & Tanda: Mabnī 'ala al-Fatḥ
Penjelasan: Wāwu al-'Aṭf
Akar Kata: و
أمواتا
orang-orang mati
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Nakirah, Jamak
Kedudukan: Ma'ṭūf
I'rab & Tanda: Manṣūb bi al-Fatḥah
Penjelasan: Ma'ṭūf 'ala Aḥyā'an
Akar Kata: م و ت
🔤 Analisis Ilal & Idgham (Morfologi):
Isim • أَحْيَاءً • Shorof
أَحْيَاءً berasal dari akar kata ح ي ي. Bentuk aslinya adalah أَحْيَيٌ, merupakan Isim Laqīf Maqrūn.

➡️ Mekanisme: Ibdāl

➡️ Bertujuan untuk memperingan dan mempermudah pelafalan kata dalam bahasa Arab tanpa mengubah makna aslinya.

📝 Penjelasan: Ibdāl Hamzah: Huruf yā' (ي) di akhir kata diubah menjadi hamzah (ء) karena terletak setelah alif za'idah (hukum Isim Jamak).
✨ Analisis Balaghah (Retorika) :
Badi' - Ṭibāq (Muqābalah)
Bumi berfungsi sebagai *kifātā* (tempat berkumpul) bagi **yang hidup (aḥyā`)** vs **yang mati (amwātā)**. Ini adalah *Ṭibāq* (kontras) yang menunjukkan cakupan kekuasaan Allah atas seluruh keadaan manusia.
📘
Tafsir Mu'tabar
Powered by Islamic Sources
Ringkasan Tafsir:

Baik yang hidup maupun yang mati.

Penjelasan Detail:

Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa "Aḥyā’aw wa amwātā" adalah rincian *kifātā*: **Baik yang hidup maupun yang mati**. Ath-Thabari menerangkan bahwa yang hidup berkumpul di atas bumi, dan yang mati dikumpulkan di bawahnya. Al-Qurthubi menambahkan bahwa Allah menguasai kehidupan dan kematian. Al-Baidhawi menguraikan bahwa Allah mengumpulkan segala sesuatu di tempat yang telah Dia tentukan. Al-Alusi menekankan bahwa bumi adalah saksi bisu atas takdir manusia. Sayyid Quthb (Fi Zhilal) menafsirkan *aḥyā’aw wa amwātā* sebagai cakupan kekuasaan Allah yang menyeluruh.