Mereka menepati nazar dan takut akan suatu hari yang azabnya merata (meluas).
Imam Ath-Thabari menjelaskan bahwa "Yūfūna bin-nadzri wa yakhāfūna yawman kāna syarruhū mustaṭīrā" adalah karakteristik dari *al-abrār*. **Yūfūna bin-nadzri** (mereka menepati nazar) menunjukkan komitmen mereka pada ketaatan. Ini juga berarti mereka memenuhi segala kewajiban (yang lebih besar dari sekadar nazar).
---
**Yakhāfūna yawman kāna syarruhū mustaṭīrā** (takut akan suatu hari yang azabnya merata) menunjukkan kesadaran mereka akan Hari Kiamat. *Mustaṭīrā* (merata) merujuk pada kengerian azab yang meluas dan dahsyat. Ketakutan ini memotivasi mereka untuk beramal saleh.